Jakarta, Harian Umum - Tak hanya Gunung Semeru di Pulau Jawa yang meletus pada Sabtu (22/2/2025), karena Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun melaporkan Gunung Ibu dan Gunung Lewotobi Laki-laki juga meletus berkali-kali.
Melalui akun X-nya, PVMBG melaporkan kalau Gunung Ibu yang berada di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, enam kali meletus pada pagi ini.
Letusan pertama terjadi pada pukul 07:34 WIT atau pukul 05:34 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 79 detik.
Erupsi kedua terjadi pukul 07:50 WIT atau 05:50 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1000 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 207 detik.
Erupsi ketiga terjadi pukul 08:08 WIT atau pukul 06:08 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 118 detik.
Erupsi keempat terjadi pukul 08:49 WIT atau pukul 06:49 WI. dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 76 detik.
Erupsi kelima terjadi pukul 09:24 WIT atau pukul 07:24 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1000 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 13 mm dan durasi 169 detik.
Dan erupsi keenam terjadi pukul 10:05 WIT atau pukul 08:05 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 97 detik.
PVMBG mengeluarkan peringatan agar masyarakat di sekitar Gunung Ibu, juga pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 Kilometer dan perluasan sektoral berjarak 5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
"Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata)," katanya.
PVMBG meminta seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
"Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gununv Ibu di Gam Ici untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas G. Ibu," saran PVMBG.
Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, meletus hingga empat kali.
Letusan pertama terjadi pukul 06:28 WITA atau pukul 05:28 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7.4 mm dan durasi 74 detik.
Erupsi kedua terjadi pukul 06:55 WITA atau pukul 05:55 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1500 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi 90 detik.
Erupsi ketiga terjadi pukul 07:56 WITA atau pukul 06:56 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14.8 mm dan durasi 69 detik.
Dan.letusan terakhir atau keempat terjadi pukul 08:32 WITA atau pukul 07:32 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.300 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7.7 mm dan durasi 85 detik.
PVMBG meminta masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan sektoral Barat Daya - Utara - Timur Laut sejauh 6 Km.
'Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya,' pinta PVMBG.
Lembaga ini juga meminta agar masyarakat mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokengjaya, Boru, Nawakote.
"Masyarakat yang terdampak hujan abu memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan," sarannya.
Sejauh ini belum ada informasi tentang adanya kerusakan atau korban. (rhm)







