Teheran, Harian Umum - Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke 24 provinsi di Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat dan menewaskan sedikiIran 201 orang, membuat Iran mengamuk.
Kantor berita Fars melaporkan, serangan balasan Teheran menyasar pangkalan udara dan aset-aset AS yang berada di seluruh Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Al Jazeera melaporkan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim semua pangkalan militer Israel dan AS di Timur Tengah yang mereka target, telah dihantam dengan rudal
"Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti sampai musuh dikalahkan secara telak. Semua aset AS di seluruh wilayah dianggap sebagai target yang sah bagi tentara Iran," kata IRGC.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hamid Ghanbari mengatakan, Iran memiliki hak untuk membela diri dan menyesali setiap kerugian kemanusiaan yang disebabkan oleh eskalasi militer saat ini.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam surat yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, mengatakan bahwa Iran akan "terus menggunakan haknya untuk membela diri secara tegas dan tanpa ragu-ragu sampai agresi berhenti sepenuhnya dan tanpa keraguan".
Serangan ke UEA
Serangan Iran ke aset AS yang berada di Uni Emirat Arab (UEA) setidaknya menewaskan satu orang di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, setelah beberapa rudal yang diluncurkan dari Iran dicegat.
Serangam itu juga memicu kebakaran di Palm Jumeirah di dekat sebuah hotel di objek wisata Palm Islands Dubai, dan sejumlah ledakan terdengar sepanjang hari. Asap hitam dari lokasi kebakaran membumbung tinggi ke udara, terlihat dari kejauhan.
Kebakaran itu melukai empat orang menurut laporan media setempat.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan UEA mengklaim, pihaknya telah menghancurkan 132 rudal dan mencegat 195 drone yang diluncurkan dari Iran.
Namun, penghancuran dan pencegatan itu memakan satu korban jiwa akibat terkena reruntuhan rudal dan drone yang berjatuhan dari udara.
Serangan ke Bahrain
Serangan Iran ke negara inj menyasar markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang berada di Mana-mana, aibukota Bahrain.
Pemerintah Bahrain menyebut serangan inj sebagai "serangan yang berbahaya" dan "pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan keamanan kerajaan".
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan sebuah drone Shahed Iran menabrak sebuah gedung bertingkat yang terletak di dekat markas besar Angkatan Laut AS, dan membakar gedung itu.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan, beberapa bangunan tempat tinggal di Manama juga terkena serangan. Dari cuitan kementerian di platform media sosial X, diketahui pertahanan sipil Bahrain ikut terlibat dalam operasi pemadaman kebakaran dan penyelamatan di lokasi yang terkena dampak.
Serangan ke Kuwait
Kementerian Pertahanan Kuwait mengatakan, Pangkalan Udara Ali al-Salem diserang oleh sejumlah rudal balistik, yang semuanya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Kuwait.
Abdullah al-Rajhi, juru bicara Otoritas Umum Penerbangan Sipil di Negara Kuwait, mengatakan bahwa sebuah drone menargetkan Bandara Internasional Kuwait, menyebabkan sejumlah karyawan mengalami luka ringan dan kerusakan material pada gedung penumpang.
Kantor berita resmi Kuwait, KUNA, mengutip pernyataan dari Kementerian Luar Negeri yang mengatakan bahwa Kuwait mempertahankan haknya untuk membela diri.
Serangan ke Qatar
Radar peringatan dini jarak jauh di Qatar utara menjadi sasaran rudal Iran, menurut sumber yang berbicara kepada Al Jazeera, akan tetapi tidak ada laporan korban luka.
Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan, penargetan Qatar oleh Iran “tidak dapat diterima dengan alasan atau dalih apa pun”, dan menekankan bahwa Qatar selalu menjauhkan diri dari konflik regional.
Qatar menjadi sasaran dua kali tahun lalu, ketika Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan Al Udeid yang digunakan oleh militer AS pada bulan Juni, dan Israel menyerang pertemuan Hamas di Doha pada bulan September.
Serangan ke Saudi Arabia
Pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi mengkonfirmasi bahwa Iran menargetkan Riyadh dan wilayah timur kerajaan, namun serangan tersebut telah dipukul mundur.
“Serangan-serangan ini tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun atau dengan cara apa pun, dan serangan itu terjadi meskipun otoritas Iran mengetahui bahwa Kerajaan telah menegaskan bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara dan teritorialnya digunakan untuk menargetkan Iran,” tegasnya.
Serangan ke Israel
Media Israel melaporkan, serangan Iran ke Tel Aviv menewaskan satu orang dan melukai 20 orang lainnya.
Al Jazeera mengatakan, serangan Iran ke pangkalan militer dan aset-aset AS di Timur Tengah dikawatirkan membuat kawasan ini semakin memanas.
"Serangan itu dikhawatirkan memicu konflik regional," katanya. (man)


