Jakarta, Harian Umum - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2017, di Ruang Serba Guna Blok C Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa (21/3/2017).
Hadir dalam acara tersebut Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, Wakil Walikota Jakarta Timur M. Anwar, Wakil Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta Subagio, Dan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Fadjar Prasetyo, anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta Tandanan Daulay. Serta jajaran pejabat dilingkungan pemerintah kota Jakarta Timur. Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Timur Jayadi, para Asisten, Kepala UKPD/SKPD, berikut tokoh masyarakat, akedemisi dan undangan lainnya.
Musrenbang Kota Administrasi Jakarta Timur sendiri berlangsung dua hari, 21 dan 22 Maret 2017. Untuk hari pertama diagendakan, paparan Walikota dan pengarahan Sekda sekaligus membuka Musrenbang. Sementara pada hari kedua, akan diadakan sidang kelompok dilanjutkan dengan pleno penutupan Musrenbang.
Dalam sambutannya Walikota Jakarta Timur mengatakan, Musrenbang Tingkat Kota merupakan bagian dari proses perencanaan pembangunan partisipasif yang pelaksanaannya dilakukan secara berjenjang, mulai dari tahap Pra Rembuk RW,Rembuk RW, Pra Musrenbang Kelurahan, Musrenbang Kelurahan, Pra Musrenbang Kecamatan, Musrenbang Kecamatan Pra Musrenbang Kota atau Forum UKPD dan Musrenbang Kota.
Dari hasil yang telah disepakati untuk Rembuk RW menghasilkan 8.061 usulan dengan jumlah anggaran Rp 1,8 trilyun, selanjutnya pada pra Musrenbang Kelurahan menjadi 8.582 usulan (Rp 1,7 trilyun) dan saat pembahasan di Musrenbang Kelurahan 6.012 usulan dengan anggaran Rp 1,4 trilyun. Selanjutnya saat Musrenbang Kecamatan diputuskan 3.501 usulan dengan anggaran Rp 1,1 trilyun.
Bila dilihat dari Pra Musrenbang Kelurahan yang menghasilkan 8.582 usulan senilai Rp 1,7 trilyun, sebanyak 5.482 usulan (64 persen) senilai Rp 1,1 trilyun dapat diterima dan dikerjakan. Sementara sebesar 3.100 usulan (36 persen) dengan anggaran Rp 594,2 milyar harus tereliminasi.
“Total usulan anggaran Renja UKPD sebesar Rp 3 trilyun. Besok digendakan untuk penajaman oleh pakar dan LSM,” kata Walikota.
Walikota juga memaparkan mengenai usulan program prioritas wilayah Jakarta Timur pada tahun 2018. Program prioritas yang diusulkan yaitu pembangunan taman mancing seberang Terminal Pulogebang, pembangunan taman sepanjang KBT Kelurahan Duren Sawit, penataan kawasan 1000 danau, penataan kawasan Pasar Jatinegara, fly over Jalan Dr. Sumarno-Terminal Pulogebang, pembangunan jalan tembus Jalan Dr. Radjiman-Jalan Penggilingan, penangan konflik sosial Jakarta Timur, rehab total 96 unit gedung sekolah dan rehab berat 80 unit gedung sekolah SD, SMP, SMA di Jakarta Timur, pembangunan Rumah Sakit type B Kelurahan Cakung Barat, pembangunan Rumah Sakit type D di Kecamatan Makasar dan Duren Sawit, penataan co working space Kota Jakarta Timur dengan memanfaatkan GOR, SKKT dan Gedung Sangkrini.
Sekda Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan, Musrenbang muaranya ialah peningkatan sarana dan prasarana usulan yang masuk kebanyakan dari Sudin Bina Marga dan Sudin Sumber Daya Air.
“Ini senada dengan tema Musrenbang dalam meningkatkan sarana prasarana dan beberapa tahun kedepan ini menjadi program prioritas untuk pembangunan infrstruktur di Jakarta menjadi lebih baik,” katanya.
Terkait pelebaran Jalan di Halim Perdanakusuma, Sekda mengaku sudah berbicara dengan Danlanud Halim PK guna mengusulkan untuk dilebarkan, supaya mempermudah tamu negara datang,
“Kita akan lakukan MOU terlebih dahulu dan setelah itu dilakukan perbaikan saluran dan akan ada taman atau RPTRA di Halim, supaya terlihat indah, sedangkan mengenai pembangunan taman di sepanjang KBT ini akan kita cek kembali, permasalahan yang paling alot kan negoisasi tanah dengan pemilik lahan, jika itu sudah deal maka anggaran segera kita siapkan,” tukasnya. (DMS)







