Jakarta, Harian Umum- Pengajian bulanan Majelis Ta'lim Ar Rasyid ke-11 yang akan digelar di Kepulauan Seribu, Rabu (16/1/2018), mengagendakan pembacaan doa tolak azab bagi warga di kepulauan tersebut.
"Doa ini kita selenggarakan mengingat wilayah Kepulauan Seribu merupakan wilayah rawan tsunami karena selain rata-rata pulau di wilayah itu hanya memiliki tinggi 2 meter di atas permukaan laut, juga karena pulau-pulau di wilayah itu tidak memiliki dataran tinggi," ujar Ketua FKDM DKI Jakarta, M Rico Sinaga, kepada harianumum.com di Jakarta, Senin (14/1/2019).
Ia mengakui, gelombang tsunami yang menerjang pesisir Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, Provinsi Banten; serta pesisir Lampung Selatan pada 22 Desember 2018 yang dipicu longsoran di Gunung Anak Krakatau, membuat warga di kepulauan itu khawatir. Apalagi karena saat gunung itu meletus dengan hebat pada 26 Desember 2018 dan melontarkan abu vulkanik setinggi 5.500 kaki ke arah barat daya dan 1.800 kaki ke arah timur, sebaran abu vulkaniknya tak hanya jatuh di Serang dan Cilegon, tapi juga di wilayah Kepulauan Seribu.
"Karena itu untuk pengajian bulanan Ar Rasyid yang ke-11 yang diselenggarakan di Kepulauan Seribu, kita agendakan pembacaan doa tolak Azab dengan harapan, semoga dengan dibacakannya doa tersebut, wilayah Kepulauan Seribu aman dan terbebas dari tsunami," imbuhnya.
Seperti diketahui, Majelis Ta'lim Ar Rasyid didirikan oleh FKDM DKI Jakarta pada Maret 2018.
Saat peresmian yang juga sekaligus menjadi pengajian bulanan pertama, pengajian diselenggarakan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di Taman Senopati, Menteng, Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh Gubernur Anies Baswedan. Pada pengajian bulanan kedua, ketiga dan seterusnya, dilakukan secara bergantian di lima wilayah kota administratif dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Untuk bulan yang ke-11 yang dianggap sebagai putaran terakhir pada periode pertama pengajian, kembali diselenggarakan di Kepulauan Seribu.
"Kami berharap Gubernur hadir di pengajian bulanan ke-11 ini, karena selain merupakan pengajian terakhir untuk periode yang pertama, juga karena kita akan membacakan doa tolak azab," pungkasmya.
Ketua Majelis Ta'lim Ar Rasyid, Kyai Salim Tohir, mengatakan, sebagai organisasi yang bergerak di bidang keagamaan, masalah bencana dan keselamatan umat termasuk masalah yang menjadi perhatian majelis ta'limnya.
"Karena itu, menyadari rawannya warga Kepulauan Seribu terhadap bahaya tsunami, kita bacakan doa agar warga di sana terbebas dari berbagai bencana, termasuk tsunami," katanya
Kyai yang akrab disapa Ustad Salto ini mengaku salut kepada Rico karena meski seorang non Muslim, Rico peduli pada masalah kerohanian anggotanya yang Muslim.
"Pendirian Majelis Ta'lim Ar Rasyid diinisiasi oleh Beliau," katanya.
Ustad Salto juga berharap Gubernur Anies Baswedan hadir di pengajian bulanan ke-11 di Kepulauan Seribu, karena kehadiran Gubernur di pengajian tersebut tentunya akan membuat warga Kepulauan Seribu bersuka cita.
"Selain jamaah Ar Rasyid, pengajian ke-11 ini juga akan dihadiri Bupati Kepulauan Seribu Bapak Husein Murad dan jajaran pejabatnya, serta warga setempat," pungkas Ustad Salto. (rhm)






