Bosnia, Harian Umum- Ada hal yang menarik di balik cerita kampanye para politikus di Bosnia sebelum diadakannya Pemilu pada pekan lalu. Salah satunya adalah blokir dari salah satu desa terhadap politikus dan atribut yang akan masuk ke desa itu.
Seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu [10/10/2018], adalah Desa Podgora, sebuah desa yang hanya seluas 30 km2 dan berpenduduk 700 jiwa yang sangat anti terhadap politikus, sehingga saat musim kampanye, penduduk memasang poster besar dari kain putih dengan tulisan; "Kalian Terus Membohongi Kami. Tak Ada Partai yang Diterima di Podgora".
Saat tim kampanye bersikukuh dengan nempeli pamflet politikus mereka, penduduk desa langsung mencopotinya, dan menulis di bagian belakang pamflet dengan kalimat; "Paham tidak? Kami sudah muak!"
"Sudah cukup kebohongan," kata Adi Silajdzic, warga berusia 47 tahun.
Dia mengakui, penduduk desa sudah menyerah dengan kebohongan politikus yang selama ini datang menjelang kampanye, namun tak membawa perubahan apa pun ketika mereka terpilih.
"Setiap selesai Pemilu ya begitu saja, seperti tak pernah ada yang terjadi di desa kami," lanjutnya.
Desa Podgora merupakan desa berpenduduk Muslim dan merupakan wilayah seperti banyak wilayah di Bosnia lain yang memang kurang diperhatikan lantaran pemerintah negara yang lemah. Selama berdekade disebut tak ada hal signifikan yang terjadi di Bosnia setelah bangsa itu terbelah dan lumpuh akibat konflik yang terjadi di era 90-an.
Perang Bosnia bahkan sudah memakan korban hingga 100 ribu orang dan membagi wilayah itu menjadi dua zona yang dipimpin oleh pemerintahan yang lemah.
"Tak pernah ada yang dibangun di desa kami. Semuanya kami lakukan sendiri, bahkan untuk mengganti lampu jalan," kata Silajdzic.
Penduduk Desa Podgora kebanyakan berprofesi sebagai petani sayuran dan peternak. Sebagian dari mereka menganggur. [rhm]






