Jakarta, Harian umum- Setelah setahun proses revitalisasi pusat kesenian Taman Ismail Marzuki Jakarta, bangunan mesjid Amir Hamzah yang berada disekitarnya akhirnya diresmikan Gubernur DKI Jakarta pada jum'at tanggal 3 juli 2020. Hadir dalam kesempatan tersebut ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla.
Mesjid Amir Hamzah merupakan salah satu tempat yang mengalami renovasi. Di mesjid ini Anies menyampaikan harapan berkenaan dengan maksimalisasi Taman Ismail Marzuki sebagai ruang berkarya para seniman. Mengingat, tempat ini mempunyai sejarah peradaban dimana para seniman terdahulu pernah berkegiatan di sini.
"Kita berharap sekali, ini nanti yang menjadi ekosistem yang sehat. Ekosistem yang sehat itu memberikan kesempatan untuk berbagai macam karya bermunculan. Belum tentu karya satu dengan karya lainnya sejalan. Tetapi ruang untuk bisa berkarya itu diberikan," katanya (3/7).
Secara eksplisit, mantan Menteri Pendidikan ini berharap mesjid Amir Hamzah tidak hanya digunakan sebagai sarana ibadah rutin semata, melainkan sebagai pusat para pegiat pendidikan dan kesenian berkarya membangun kreatifitas.
"Apalagi ini adalah sebuah masjid. InsyaAllah nantinya dapat keduanya. Di sini juga tempat kegiatan ibadah mahdhah, tapi juga di sisi lain ini sebagai suatu tempat di mana para seniman, para budayawan, dan masyarakat dari berbagai tempat di Indonesia bisa merasakan suasana kreatif yang ada di tempat ini," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, ketua DMI Jusuf Kalla menyampaikan sebuah hadits nabi berkenaan dengan pahala bagi orang yang membangun mesjid.
"Salah satu dalam hadits Rasulullah disebutkan bahwa barang siapa yang membangun masjid karena Allah, Allah akan membangunkan istana di dalam surga. Jadi bagaimana luar biasanya pembangunan masjid itu balasannya," jelasnya.
Disamping itu, senada dengan Gubernur DKI, mantan Wakil Presiden ini menyampaikan bahwa mesjid sejatinya tidak hanya sekedar melaksanakan ibadah saja, tetapi memakmurkan dalam arti lebih luas, salah satunya tempat mematangkan konsep ekonomi masyarakat.
"Tentu dalam kita memakmurkan masjid. Pertama membangun masjid. Keduanya meramaikan masjid sebagai tempat beribadah. Karena itulah maka Dewan Masjid Indonesia selalu mempunyai pedoman di dalam kita memakmurkan masjid dan masjid memakmurkan masyarakatnya. Memakmurkan dalam arti luas, artinya datang untuk beribadah, juga memakmurkan itu harus memberikan kepada masyarakat manfaat dunia akhirat, ekonominya sosialnya pelajarannya," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid Amir Hamzah, Eko Wahyu Wibowo menyampaikan program ekonomi syariah yang tengah dirintis dan berpusat di Mesjid Amir Hamzah.
"Izin pak Gubernur. Kami saat ini juga sedang merintis sebuah ekosistem gerakan ekonomi mikro yang berbasis syariah dengan pusat di masjid Amir Hamzah ini. Kemarin kita sudah melaksanakan FGD disupport oleh kawan-kawan dari JSS Jakarta Sigap Senusa, kemudian dari PT Jakpro menghadirkan pakar ekonomi syariah. InsyaAllah segera akan kita mulai, disepakati kemarin dalam bentuk lembaga mikro ekonomi syariah," katanya. (hnk)







