Jakarta, Harian Umum- Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, mempertanyakan jumlah pemilih di DKI Jakarta untuk Pilpres 2019 yang lebih rendah dibanding jumlah pemilih pada putaran II Pilkada DKI Jakarta 2017.
Pasalnya, jumlah pemilih untuk Pilpres 2019 di DKI Jakarta dalam daftar pemilih tetap (DPT) tercatat sebanyak 7.211.891 orang, sementara saat putaran II Pilkada DKI 2917 jumlah pemilih dalam DPT mencapai 7.218.280 orang.
"Aneh, dalam setahun jumlah pemilih di Jakarta berkurampng 6.389 orang," katanya kepada harianumum.com di Jakarta, Selasa (4/9/2018).
Menurut aktivis yang akrab disapa SGY ini, jumlah yang berkurang ini aneh, karena bukankah dalam setahun ini ada penduduk yang semula berusia 16 tahun dan belum berhak me!ilih, telah mencapai hsia 17 tahun dan berhak memilih?
Kalau pun ada penduduk Jakarta yang pindah ke luar kota, mungkinkah jumlahnya sebanyak itu?
Atau jika ada yang meninggal, mungkinkah sebanyak itu?
"KPU DKI Jakarta harus menjelaskan masalah ini," katanya.
Menurut SGY, jika pun ada pengurangan jumlah pemilih, mestinya tidak sedrastis itu. Bahkan bisa jadi jumlah pemilih seharusnya bertambah karena ada penduduk yang tahun ini berusia 17 tahun, dan ada penduduk yang tahun depan, saat Pemilu diselenggarakan pada April 2019, juga berusia 17 tahun.
Ketika ditanya apa mungkin pengurangan itu merupakan dampak dari temuan DPD Partai Gerindra yang menemukan adanya 1,2 juta suara siluman pada daftar pemilih sementara (DPS) Pemilu 2019? Sugiyanto menjawab tak tahu.
"Karena itu KPU DKI harus jelaskan," tegasnya.
Ia menambahkan, jika yang benar adalah angka pada DPT Pemilu 2019, maka ada dugaan DPT Pilkada DKI 2017 di-mark up untuk kepentingan salah satu pasangan yang bertarung di pesta demokrasi itu.
"Kalau yang benar angka pada DPT Pilkada DKI, maka perlu dipertanyakan mengapa jumlah pemilih di DPT Pemilu 2019 berkurang? Apakah karena Ahok kalah di Jakarta, maka Jokowi juga kemungkinan akan kalah, sehingga jumlah pemilih dikurangi?" tanyanya.
Untuk diketahui, pada 30 Agustuslalu KPU DKI menggelar rapat pleno penetapan DPT Pilpres 2019. Dalam rapat itu Ketua KPU DKI Betty Epsilon mengatakan kalau jumlah DPT di DKI Jakarta sebanyak 7.211.891.
"Jumlah DPT ini merupakan hasil rekapitulasi di enam kota dan kabupaten yang terdiri dari 44 kecamatan dan 267 kelurahan. Sedangkan jumlah TPS se-DKI Jakarta sebanyak 28.243," katanya.
Ia menambahkan, jumlah DPT ini terdiri dari 3.615.251 pemilih perempuan dan jumlah pemilih laki-laki sebanyak 3.596.640.
"Pemilih terbanyak berada di Jakarta Timur yaitu 2.027.482. Sedangkan wilayah dengan jumlah DPT paling sedikit yaitu Kepulauan Seribu dimana jumlah pemilihnya hanya 18.415," imbuh Betty.
Jumlah DPT Pemilu 2019 ini memang lebih rendah dari putaran II DPT Pilkada DKI yang berjumlah 7.218.280 pemilih. Angka ini lebih tinggi dari Pilkada DKI 2017 putaran I yang mencapai 7.108.589 pemikih dengan jumlah TPS sebanyak 13.023., sehingga dengan demikian pada putaran II terdapat penambahan jumlah pemilih sebanyak 109.694 orang.
Seperti diketahui, pada putaran II Pilkada DKI 2017 pasangan Ahok-Djarot diunggulkan berbagai media survei dan media mainstream akan menang telak dari pasangan Anies-Sandi.
Namun hasil pencoblosan menunjukkan, pasangan Anies-Sansi yang diusung PKS dan Gerindra, dan didukung PAN, menang dengan perolehan 57,96% suara, sementara Ahok-Djarot meraih 42,04% suara. (rhm)







