Jakarta, Harian Umum - The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Israel telah mendirikan pos militer rahasia secara ilegal di gurun di sebelah barat Irak untuk mendukung agresinya terhadap Iran.
Laporan yang dipublikasikan Sabtu (9/5/2026), ditulis berdasarkan informasi beberapa sumber yang mengetahui soal pendirian pos militer tersebut, termasuk pejabat AS.
Menurut laporan WSJ, instalasi itu didirikan sebelum perang dimulai pada 28 Februari 2026, dan digunakan sebagai pusat logistik untuk angkatan udara Israel, menampung unit pasukan khusus, dan mendukung koordinasi operasional selama agresi.
"AS mengetahui pendirian pos militer Israel itu," kata WSJ dikutip dari Al Mayadeen, Minggu (10/5/2026).
Peran operasional dan aktivitas militer
Fasilitas tersebut dilaporkan digunakan untuk menempatkan tim pencarian dan penyelamatan jika pilot Israel ditembak jatuh selama serangan yang diluncurkan terhadap Iran.
Menurut salah satu sumber yang dikutip WSJ, "Israel" juga melakukan serangan udara di Irak untuk melindungi situs tersebut ketika keberadaannya terancam.
"Pangkalan tersebut diduga memungkinkan jangkauan operasional yang lebih dekat ke target di Iran, memfasilitasi operasi udara yang dilakukan jarak jauh selama perang," kata WSJ.
Pada awal Maret, media pemerintah Irak melaporkan aktivitas yang tidak biasa di daerah gurun setelah seorang penggembala setempat memberi tahu pihak berwenang tentang pergerakan helikopter dan diduga ada kehadiran militer asing.
Pasukan Irak dilaporkan bergerak untuk menyelidiki daerah tersebut, tetapi diserang. Konfrontasi tersebut mengakibatkan kematian seorang tentara Irak dan mencederai dua tentaralainnya.
"Operasi gegabah ini dilakukan tanpa koordinasi atau persetujuan," kata Letnan Jenderal Qais Al-Muhammadawi, wakil komandan Komando Operasi Gabungan Irak, kepada media pemerintah Irak.
Ia juga mencatat bahwa unit tambahan yang dikerahkan ke lokasi itu, kemudian menemukan bukti yang menunjukkan kehadiran pasukan militer asing yang beroperasi di sana
Pihak berwenang Irak kontan mengutuk insiden itu, dan menyatakan bahwa insiden itu melibatkan tindakan militer asing yang tidak sah.
Pengaduan resmi atas pendirian pos militer ilegal itu telah diajukan Irak ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam pengaduan tersebut, Negeri 1001 Malam menuduh AS sebagai pihak yang bertanggung jawab, karena sebelumnya AS memang telah pernah melakukan serangan di Irak untuk melindungi personel dan instalasinya di wilayah tersebut.
Namun, pejabat AS membantah terlibat dalam insiden di pos militer ilegal Israel tersebut.
Signifikansi Strategis Wilayah Gurun
Analis keamanan yang dikutip oleh WSJ mencatat bahwa strategi posisi operasi maju sementara terkadang digunakan oleh pasukan militer sebagai persiapan untuk serangan yang direncanakan.
Michael Knights, kepala penelitian untuk Horizon Engage, mengatakan, "Adalah normal bahwa sebelum operasi, Anda melakukan pengintaian dan menyiapkan lokasi-lokasi semacam ini."
Ia menambahkan bahwa gurun barat Irak secara historis telah digunakan untuk operasi militer karena medannya yang terpencil dan penduduknya jarang.
Para ahli menggambarkan gurun barat Irak sebagai daerah yang sering digunakan untuk operasi rahasia atau khusus karena geografinya.
Laporan menunjukkan bahwa penduduk kadang-kadang menyaksikan aktivitas militer yang tidak biasa, termasuk pergerakan helikopter selama perang, sementara juga menunjukkan bahwa operasi angkatan udara Israel melibatkan ribuan serangan terhadap Iran.
Pada awal Maret, komandan angkatan udara Israel Tomer Bar dilaporkan dalam sebuah surat yang ditujukan kepada personelnya, mengatakan hal yang disuga terkait dengan pos militer itu.
"Saat ini, para pejuang dari unit khusus angkatan udara sedang melakukan misi khusus yang dapat memicu imajinasi," kata Bar. (man)




