Jakarta, Harian Umum- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menantang pendukung Jokowi untuk terus melaporkan pendukung oposisi.
Tantangan ini disampaikan terkait tindakan Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian yang melaporkan pengamat politik yang juga dosen filsafat UI Rocky Gerung ke Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, Jack sukses membuat musisi Ahmad Dhani dipenjara dengan kasus ujaran kebencian, dan pernah melaporkan Gubernur Jakarta Anies Baswedan karena menutup Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dalam rangka penataan kawasan Tanah Abang.
"Habis Dhani .... Terbitlah Rocky .... Habis ini .... siapa lagi .... Ayo laporkan terus .... sampai 17 April .... Biar kalahnya gampang .... Yuk ....," kata mantan politisi PKS itu seperti dikutip harianunum.com dari akun Twitter-nya, @Fahrihamzah, Jumat (1/2/2019).
Sebelumnya, dalam cuitannya yang lain, Fahri mengatakan kalau tindakan pemerintah memenjarakan Ahmad Dhani akan membuat elektabilitas Presiden Jokowi yang merupakan Capres petahana di Pilpres 2019, berpotensi rontok hingga 5%.
Mantan politikus itu bahkan memperkirakan bahwa Dhani akan menjadi martir bagi kemenangan Probowo-Sandi atas Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres yang digelar 17 April 2019 mendatang.
Berikut cuitan Fahri terkait kedua hal itu:
"Penahanan langsung @AHMADDHANIPRAST hari ini menurut saya akan membuat elektabilitas petahana turun sampai 5%. Saya semakin percaya bahwa petahana sedang dijatuhkan secara sistematis. Kasus-kasus akan dimunculkan untuk mengakhiri petahana. Kritik @prabowo menemukan momentum".
"Tidak untuk memprovokasi tapi ini keyakinan saya bahwa @AHMADDHANIPRAST akan menjadi martir bagi kemenangan penantang. Kerugian )
(suka atau tidsk) akan diderita petahana. Sejaknkasus pembebasan ABB kemarin sampai hari ini adalah blunder. Masih ada 80 hari lagi".
Fahri pun mengingatkan, jika Jokowi tidak dapat mengendalikan para pendukungnya, dia akan kalah dari Prabowo.
"Saya memberi nasehat vulgar kepada petahana yang nampaknya tak bisa lagi menguasai tim dan lingkar terdalamnya. Masing-masing punya agenda dan melapor asal bapak senang. Semua rencana menang salah dari awal. Maafkan. Kekalahan menanti petahana. Tks".
Seperti diketahui, pendukung Presiden Jokowi sangat rajin melaporkan pendukung oposisi dengan beragam tuduhan.
Dari data yang dihimpun, mencuat dua nama yang ditengarai paling banyak membuat laporan. Selain Jack Boyd, pendukung Jokowi yang rajin melaporkan asalah Muannas Al Aidid.
Sejauh ini telah ada tiga nama pendukung oposisi yang dijebloskan ke penjara oleh Muannas, di antaranya Buni Yani dalam kapasitasnya sebagai ketua Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja), dan Jonru Ginting serta Ratna Sarumpaet dalam kapasitasnya sebagai ketua Cyber Indonesia.
Yang ajaib, apa pun yang dilaporkan pendukung Jokowi selalu diproses kepolisian dengan cepat, sementara laporan pendukung oposisi terhadap pendukung Jokowi semuanya terkesan mangkrak hingga hari ini.
Pendukung Jokowi yang dilaporkan di antaranya pegiat medsos Denny Siregar, Permadi Arya alias Abu Janda Al Bollywood, politisi Nasdem Victor Laiskodat, pianis Ananda Sukarlan dan Caleg PSI Muhammad Guntur Romli. (rhm)







