Jakarta, Harian Umum- Kepolisian menyebut, hingga Kamis (4/10/2018) ini telah ada lima orang yang dilaporkan terkait hoaks penganiayaan yang diciptakan aktivis HAM Ratna Sarumpaet.
Kelimanya di antaranya Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Fadli Zon, Rachel Maryam, Dahnil Anhar Simanjuntak, dan Ratna Sarumpaet.
Hal ini diungkap Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Jakarta, Kamis (4/10/2018).
"Mereka (para pelapor, red) lihat ada kejanggalan, maka mereka minta diungkap kasus kebohongan Ratna Sarumpaet," katanya seperti dilansir ROL.
Ia menambahkan, semua laporan tersebut akan didalami terlebih dahulu oleh kepolisian.
Seperti diketahui, kasus ini bermula ketika foto Ratna dengan wajah lebam beredar di media sosial, Selasa (2/10/2018). Foto seperti itu rupanya juga telah diterima oleh Prabowo dan Fadli Zon.
Kemudian, pada hari yang saman namun di sore hari, Ratna bertemu Prabowo, Amien Rais dan Fadli Zon di Lapangan Polo, Jakarta, dan mengaku kalau dia dikeroyok tiga orang tak dikenal saat akan menuju Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pada 21 September 2018, usai menghadiri sebuah konferensi di salah satu hotel di kota itu.
Pengakuan Ratna itu membuat Prabowo dan semua pendukung Capres nomor urut 2 itu meradang, termasuk anggota DPR Rachel Maryam dan Jubir Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Daniel Anhar Simanjuntak, karena selain merupakan pendukung Prabowo, Ratna adalah anggota BPN. Mereka ramai-ramai mengecam si pelaku.
Di sisi lain, pengakuan Ratna membuatnya dicemooh dan dicaci maki pendukung Capres-Cawapres nomor urut 1, Jokowi-Ma'ruf Amin, karena mengapa tidak segera melapor ke polisi, karena mereka khawatir si pelaku dituduh berasal dari pihaknya.
Kemudian, pada Rabu (3/10/2018), dari pengusutan polisi terungkap kalau pada 21 September 2018 Ratna berada di RS Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat, untuk menjalani bedah pelastik, dan lebam-lebam di wajahnya diakibatkan oleh tindakan medis tersebut.
Rabu sore, Ratna menggelar konferensi pers di rumahnya di Jalan Kampung Melayu Kecil, Tebet, Jakarta Selatan, dan mengakui kalau dia memang tidak dianiaya orang, melainkan karena menjalani operasi sedot lemak di pipi di RS tersebut.
Pengakuan Ratna membuat Prabowo dan semua pendukungnya kecewa karena merasa dibohongi. Prabowo bahkan meminta Ratna untuk mundur dari timnya, dan dipenuhi Ratna.
Fakta Baru
Hasil pendalaman polisi atas tindakan medis yang dilakukan Ratna di RS Bedah Bina Estetika menemukan hal yang mengejutkan; nomor rekening yang digunakan Ratna untuk membiayai operasi sedot lemaknya ternyata memiliki nomor yang sama dengan nomor yang digunakan Ratna untuk menggalang dana bantuan untuk korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara, pada Juni 2018 lalu.
Pengumpulan dana itu dilakukan secara online melalui media sosial.
"Dalam proses penyidikan beliau (Ratna) melakukan pembayaran di RS (Bina Estetika) menggunakan nomor rekening itu," ujar Setyo, Kamis (4/10/2018).
Meski demikian Kadiv Humas Polri berpangkat Irjen ini mengatakan, penyidik belum mendapat kepastian bahwa dana yang digunakan Ratna untuk membayar operasi sedot lemaknya itu adalah uang yang dikumpulkan dari masyarakat tersebut.
"Itu secara kebetulan saja penyidik mendapatkan keterangan itu dan itu sama," imbuhnya.
Sebelumnya, data nomor rekening bank dan data log panggilan telepon Ratna Sarumpaet 'bocor' di internet, khususnya di media sosial. Data yang di dalamnya terdapat lambang Polda Metro Jaya itu terkait pengungkapan kasus dugaan penganiayaan yang dialami Ratna.
Setyo Wasisto mengatakan, data itu seharusnya milik internal kepolisian, namun ia berdalih, data nomor rekening bank dan data log panggilan telepon Ratna Sarumpaet muncul ke publik karena ada pihak yang membocorkan.
Kebocoran data ini membuat warganet kemudian membandingkan nomor rekening yang digunakan Ratna untuk operasi plastik dan penampung dana bencana. Warganet pun menyimpulkan kalau kedua nomor itu memiliki kesamaan. (rhm)







