Jakarta, Harian Umum - Ketua FKDM Provinsi DKI Jakarta periode 2023-2024, Tobaristani, mendukung penuh kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan yang dipimpinnya, untuk menggunakan angkutan umum setiap Rabu.
Kebijakan itu berlaku mulai hari ini, Rabu (30/4/2025).
"Saya mendukung penuh kebijakan ini, karena bertujuan mendorong budaya penggunaan transportasi umum dimkalangan ASN Jakarta dalam rangka mengatasi beberapa persoalan sekaligus," kata Toba melalui siaran tertulis, Rabu (30/4/2025).
Persoalan dimaksud adalah masalah kemacetan dan mengatasi polusi dengan mengurangi emisi karbon, sekaligus menjadikan udara Jakarta lebih sehat, dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang peduli lingkungan serta mendukung mobilitas hijau.
Selain itu, kebijakan ini juga dapat mengurangi ketergantungan ASN pada kendaraan pribadi.
Menurut data, pada Mei 2024 di Jakarta terdapat 4.354.155 unit mobil pribadi, 19.016.898 sepeda motor, dan 44.352 unit, sementara jumlah ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta per Desember 2024 sebanyak 50.411 orang.
Jika 80% dari ASN tersebut memiliki kendaraan pribadi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, maka mereka telah ikut menyumbang terjadinya kemacetan, meski mungkin tidak signifikan.
Menurut pengamatan Toba, kemacetan di Jakarta tidak mengenal waktu. Bahkan meski sistem Ganjil Genap diterapkan, kemacetan tetap terjadi. Terlebih di jam sibuk, baik pagi ketika orang-orang berangkat kerja, maupun sore hari ketika orang-orang pulang kerja.
Di siang hari, saat jam makan siang, kemacetan juga terjadi.
"Ini perlu solusi, dan menurut saya instruksi Gubernur Pramono Anung agar setiap Rabu semua ASN Jakarta menggunakan transportasi umum, bisa menjadi solusi. Toh moda transportasi di Jakarta telah lengkap karena ada Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Jabodetabek, Kereta Bandara, bus/angkot reguler serta kapal dan angkutan antar jemput karyawan/pegawai," imbuh Toba.
Ia berharap program Gubernur Pramono Anung ini dapat ditaati para ASN Jakarta, sehingga tak hanya kemacetan yang dapat dikurangi, tapi emisi karbon pun berkurang. (rhm)


