Milan, Harian Umum- Bos baru AC Milan, Yonghong Li, membantah tuduhan melakukan pencucian uang, dan mengancam akan menuntut pihak-pihak yang menyebarkan isu itu.
Sebelumnya, dua media ternama di Italia, La Stampa dan Il Secolo XIX, memberitakan kalau pengusaha asal China itu membeli AC Milan dari Silvio Berlusconi, untuk pencucian uang.
Berita yang kemudian dikutip media-media lain di Italia itu kemudian berkembang dengan adanya informasi bahwa dugaan pencucian uang oleh Bos Rossoneri itu tengah disidik pihak berwenang di Tiongkok, dan berkasnya telah masuk meja kejaksaan.
Berita terakhir ini muncul pada Selasa (16/1/2018) waktu setempat.
"Artikel-artikel yang belakangan dipublikasikan oleh surat kabar Italia La Stampa dan Il Secolo XIX, yang kemudian dikutip oleh berbagai media lainnya, soal tuduhan pencucian uang yang dialamatkan pada grup Finnivest membuat saya harus memberikan klairifikasi," kata Li sebagaimana dirilis situs resmi AC Milan, Rabu (17/1/2018.
Ia menyebut, proses pembelian AC Milan dilakukan secara transparan, patuh pada regulasi dan didukung saran dari penasehat finansial internasional.
"Seluruh prosedur diikuti dengan kepatuhan penuh pada setiap hukum dan praktek yang berlaku," katanya.
Ia juga menyebut, seluruh institusi finansial, organisasi olahraga dan otoritas terkait telah menerima dokumentasinya, baik yang dibutuhkan maupun yang diminta, untuk melakukan penilaian dan persetujuan proses akhir dan kualifikasi untuk pimpinan baru yang sekarang mengelola klub.
"Apa yang saya baca dalam beberapa hari terakhir tidak mencerminkan realitas fakta yang ada, dan saya sebagai pihak yang dituduh, tak dapat menerima informasi yang didasari spekulasi dan informasi yang keliru itu," imbuhnya.
Li pun mengatakan kalau ia akan menempuh langkah hukum demi menjaga nama baik dirinya dan klub. (man)







