Jakarta Harian Umum - Teror terhadap aktivis sepertinya takkan berhenti meski pemerintahan telah berganti dari Joko Widodo alias Jokowi ke Prabowo Subianto.
Terbukti, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi terkena kasus ini, karena pada Kamis (22/1/2026), ia menerima kiriman paket berisi bangkai ayam yang diletakkan tepat di depan ke diamannya di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Tak hanya berisi bangkai ayam, paket tersebut juga disertai secarik kertas bernada ancaman dengan kalimat sebagai berikut: “Uchok hati-hati dalam menulis dan berkomentar di media jika ingin keluarga selamat".
Uchok mengungkapkan, paket teror itu diterima sesaat setelah waktu Magrib. Ia menduga teror tersebut berkaitan erat dengan aktivitasnya selama ini yang kerap mengkritisi dugaan korupsi anggaran di berbagai lembaga pemerintahan, BUMN, hingga BUMD.
“Paket ini saya terima habis Magrib. Isinya bangkai ayam dan ada pesan ancaman yang jelas-jelas ditujukan kepada saya dan keluarga,” ujar Uchok dikutip dari siaran tertulisnya, Jumat (23/1/2026).
Menurut fia, teror semacam ini merupakan bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi dan upaya membungkam suara kritis masyarakat sipil yang selama ini konsisten mengawasi penggunaan uang negara.
“Saya melihat ini sebagai upaya menakut-nakuti agar saya berhenti mengungkap dugaan korupsi. Tapi saya tegaskan, teror tidak akan menghentikan perjuangan saya dalam mengawal anggaran publik,” tegasnya. (man)





