Jakarta, Harian Umum- Warganet memprediksi perolehan suara Partai Demokrat (PD) bakal nyungsep di Pemilu 2019 karena mendapat nomor urut 14 yang merupakan angka sial dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa.
"Orang Tionghoa menghindari nomor 4 dan nomor 14 ketika mereka memilih nomor telepon, nomor kamar atau pilih tanggal upacara, terlebih memilih partai, partner dan pemimpin. Sialnya gak ketulungan hihi ..," kicau akun @IreneViena seperti dikutip harianumum.com, Senin (19/2/2018).
Ia mengingatkan bahwa di Indonesia ada sekitar 9 juta pemilih WNI Tionghoa, dan ia yakin kalau mereka tidak akan memilih partai bernomor 14 karena cap si (sial).
Hal senada dikicaukan akun @Proksi2000.
"Hehe pokoknya angka 14 itu angka paling sial sama Tionghoa. Kalau saya ga pakai angka 14 pun bakal sial jika milih cebong biru," katanya.
Untuk diketahui, etnis Tionghoa di Indonesia hingga kini masih memegang teguh tradisi, akar budaya dan mitos-mitos yang bersumber dari negara leluhurnya China.
Di negara itu, juga di Jepang, angka 13 dan 4 memang dinilai membawa sial karena dianggap dapat memberi pengaruh buruk dalam kehidupan, dapat menimbulkan kejadian aneh, bahkan mengerikan.
Akar kepercayaan ini bersumber dari angka 13 yang dianggap sebagai lambang setan seperti halnya angka 666 atau 999 yang selalu identik dengan satanisme atau lambang Baphomet.
Tak jelas sejak kapan orang mempercayai hal ini, namun kepercayaan bahwa angka 13 membawa sial, membuat angka 4 ketiban pulung karena 13 terdiri dari angka 1 dan 3 yang jika dijumlahkan menjadi 4.
Tak hanya itu, karena angka 14 mengandung angka 4, angka ini pun ikut jadi korban karena juga dianggap sebagai angka sial, sehingga jangan heran jika Anda ke hotel-hotel milik orang China dan Jepang, Anda takkan menemukan lantai 4, 13 dan 14, serta tak ada kamar dengan nomor-nomor itu.
Meski demikian, tak semua warganet menelan mentah-mentah kicauan @IreneViena dan @Proksi2000.
"Cie cie ada yang berlagak Tuhan neh ...," cemooh akun @NS_Hamzah.
"Anggota keluarga saya insya Allah pasti milih S14P (Demokrat, red)," kicau akun @aris_apuesto.
Namun ada juga yang mendukung prediksi berdasarkan mitos ini.
"Baru baca juga kemarin ... hal yang paling dipantang saat Imlek adalah menyebut angka 4 dan 14 .... Itu simbol kematian," kata akun @Mas_thomas.
"Pantes Alexis katanya gak ada lantai 4 hahaha ...," sambar akun @EmeraldSuliwa.
Meski demikian, Partai Demokrat sendiri terlihat sumringah mendapat nomor urut 14 untuk bertarung di Pemilu 2019, dan mengkreasikan angka itu menjadi kata "S14P", sekaligus menjadikannya sebagai slogan untuk memenangkan Pemilu.
"Demokrat punya slogan "Demokrat Siap!", sehingga kalau dapat nomor 14, gimmicknya S14P," kata Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulung Ketum Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono, usai mendapatkan nomor urut, Minggu (18/2/2018).
Mantan cagub di Pilkada DKI 2017 ini mengatakan, setelah mendapat nomor urut, Demokrat fokus meningkatkan perolehan suara dari 10% pada Pemilu 2014, menjad lebih dari 15%.
Seperti diketahui, umat Islam beraliran sunnah wal jamaah dan Muhammadiyah yang saat ini merasa tengah dizalimi pemerintah, diprediksi bakal memberikan suaranya kepada tiga partai yang dinilai berpihak kepada mereka, yang dibuktikan dengan mendukung Aksi Bela Islam yang digagas GMPF-MUI, dan menolak pengesahan Perppu Ormas yang dianggap merugikan umat Islam.
Ketiga partai tersebut adalah PKS, PAN dan Gerindra.
Partai Demokrat yang kerap memposisikan diri sebagai partai penyeimbang, namun masuk daftar partai pendukung Perppu Ormas, termasuk partai yang ditinggalkan, sehingga praktis suara partai ini selain dari kader dan simpatisannya, juga dari masyarakat pendukung pemerintah, termasuk dari etnis Tionghoa.
Sayang, di barisan ini tak hanya ada Demokrat, tapi juga PDIP, Golkar, PPP, PKB, Hanura, Nasdem dan partai -partai baru seperti PSI dan Perindo. (rhm)







