Nagan Raya, Harian Umum - Infrastruktur di Nagan Raya, Aceh, rusak parah akibat terjangan banjir sejak 26-27 November lalu.
Kerusakan parah di antaranya terjadi pada jalan lintas barat Aceh yang melintasi Desa Panton Pange, Tripa Makmur, karena sepanjang 250 meter jalan ini rusak parah, bahkan aspalnya mengelupas, sehingga tidak dapat dilalui.
Praktis, jalan ini putusan total.
"Saat ini akses transportasi masih putus total," kata Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya, Agussalim, dikutip dari detikcom, Jumat (28/11/2025).
Selain kerusakan parah di jalan tersebut, sebuah jembatan yang menjadi penghubung antarkecamatan juga rusak, sehingga sehingga jembatan itu tak dapat dilintasi dan ratusan keluarga di kawasan itu terisolasi.
Badan jalan di kawasan tersebut juga masih dipenuhi lumpur dan genangan air, sehingga proses evakuasi dan penanganan dampak bencana menjadi terhambat.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) pada Kamis (27/11/2025) melaporkan, banjir dan longsor yang menerjang Aceh disebabkan curah hujan tinggi, angin kencang, dan kondisi geologi labil yang berdampak pada banjir, tanah bergerak, serta tanah longsor.
Hingga Kamis petang, BPBA mencatat ada 16 kabupaten/kota yang terdampak, yaitu Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang,Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam,Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan.
Bencana ini membuat 3.817 KK (119.988 jiwa) terdampak, di mana 6.998 KK (20.759) Jiwa mengungsi. (man)







