Jakarta, Harian Umum- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan dan Wagub Sandiaga Uno akan membangun sky bridge di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk menyelesaikan polemik pentupan jalan itu oleh Anies-Sandi dalam rangka penataan kawasan Pasar Regional Tanah Abang.
Sky Bridge tersebut mirip Teras Cihampelas yang diresmikan Walikota Bandung Ridwan Kamil pada Februari 2017, dan kini menjadi salah satu ikon Kota Kembang tersebut.
Kepastian pembangunan sky bridge itu disampaikan Ketua Ombudsman DKI Jakarta Dominikus Dalu S, Selasa (15/5/2018), usai pertemuan dengan DPRD DKI di gedung Dewan, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
"Mereka (Pemprov DKI) sudah sampaikan ke kita kalau rencananya di kawasan Tanah Abang, di Jalan Jatibaru, akan dibangun sky brigde. Jadi, di bawah untuk arus lalu lintas, di atas untuk PKL," katanya kepada wartawan.
Pembangunan itu akan dilakukan setelah APBD Perubahan DKI 2018 diketok palu pada September, setelah dibahas dengan DPRD mulai Juni atau Juli 2018.
"Sesuai rekomendasi Ombudsman, masalah penutupan Jalan Jatibaru harus sudah ada solusi dalam 60 hari, terhitung sejak rekomendasi dikeluarkan pada 26 Maret 2018, sementara kalau menunggu pembangunan sky brigde rampung, bisa akhir tahun. Karenanya, kita sudah minta kepada gubernur dan Wagub agar berkoordinasi dengan kepolisian, dan bagaimana hasilnya disampaikan kepada kami, kami akan ikut. Tapi bagaimana hasil koordinasi itu kami belum tahu, karena belum disampaikan ke kami," katanya.
Ketika ditanya apakah Onbudsman sendiri setuju dengan rencana Pemprov DKI membangun sky bridge di Jalan Jatibaru? Dominikus mengiyakan.
"Kami sudah diperlihatkan desainnya, saya kira itu bagus," katanya.
Ketika ditanya apakah sky bridge itu seperti yang ada di Bandung, yang dikenal dengan nama Teras Cihampelas? Dominikus mengiyakan.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan DPRD DKI, Ombudsman DKI Jakarta dikritik Ketua Fraksi Gerindra DKI Jakarta, Abdul Ghoni, karena Ombudsman diam saja atas sejumlah kebijakan Gubernur Ahok yang banyak di antaranya yang perlu disoroti, namun langsung "bangun" begitu Anies-Sandi menutup Jalan Jatibaru Raya.
Padahal, katanya, kebijakan itu dibuat untung menampung PKL yang nota bene merupakan rakyat kecil.
"Jadi, saya harap Ombudsman tidak pilih kasih karena yang dilakukan Anies-Sandi juga untuk kemajuan Jakarta," katanya.
Soal pembangunan sky bridge juga pernah diusulkan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M Rico Sinaga pada 8 April 2018 lalu.
Rico mengatakan, untuk menyelesaikan polemik penataan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang membuat Anies-Sandi dilaporkan ke polisi dan dinilai telah melakukan malaadministrasi oleh Ombudsman Republik Indonesia (ORI), sebaiknya di jalan itu dibangun sky bridge seperti yang dibangun di Kota Bandung dan dinamai Teras Cihampelas.
"Jangan kembalikan para PKL (pedagang kaki lima) yang sekarang ditempatkan di Jalan Jatibaru Raya ke Blok G, karena bangunan itu sepertinya membawa sial," kata Rico kala itu kepada harianumum.com.
Ia menyarankan agar Anies-Sandi mengadopsi konsep Teras Cihampelas di Kota Bandung, karena selain berbiaya rendah, juga dapat menyelesaikan polemik penutupan Jalan Jatibaru Raya.
Sebab, kata dia, konsep ini menempatkan PKL di atas sky brigde itu, sementara jalanan di bawah tetap untuk arus lalu lintas.
Teras Cihampelas dikerjakan dalam waktu tiga bulan dengan biaya Rp48 miliar.
Sky bridge dwngan panjang 450 meter, lebar sekitar 9 meter, dan tinggi mencapai 4,6 meter dari permukaan jalan itu dapat menampung 192 PKL. (rhm)






