Jakarta, Harian Umum - Memasuki hari kedelapan, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, masih dikepung banjir, sehingga aktivitas di kabupaten itu lumpuh.
Kondisi ini diperparah dengan padamnya aliran listrik, internet, dan hilangnya sinyal telepon.
"Saat ini saya pakai jaringan internet Starlink, sehingga baru bisa terakses ke dunia luar. (Sinyal telepon dan internet) tiga hari padam total, kami tak bisa berkoordinasi," kaya Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, dalam pernyataannya, Sabtu (29/11/2025).
Ia menambahkan, saat ini jalan lintas utama dan sejumlah jalan penghubung di Kabupaten Aceh Timur masih terendam air setinggi dada orang dewasa, sehingga pasokan bantuan untuk warganya tidak bisa didistribusikan.
"Kami mohon Bapak Gubernur Aceh dan Presiden Prabowo membantu Aceh Timur, baik saat sekarang ini maupun pasca banjir. Kerusakan belum bisa kami data sama sekali," imbuh Iskandar.
Ia mengaku Tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur terus berusaha menjangkau pengungsi semaksimal mungkin, akan tetapi kesulitan akses dari satu titik ke titik lainnya akibat banjir.
Seperti diketahui, banjir di Aceh Timur terjadi sejak 22 November 2025, dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus selama beberapa hari. Anomali cuaca ini juga memicu terjadinya longsor.
Selain di Aceh Timur, banjir dan longsor juga menerjang kabupaten dan kota lain di Aceh, seperti Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bireuen, Kota Langsa, Pidie, Pidie Jaya, dan Kabupaten Aceh Utara.
Data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut, kondisi ini membuat Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 100.3.3/1416/2025 tentang Penetapan Status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh Tahun 2025.
Status darurat ini ditetapkan untuk 14 hari, berlaku sejak 28 November hingga 11 Desember 2025. (man)


