Jakarta, Harian Umum-Allah menciptakan dua belas bulan dalam satu tahun. Hal tersebut adalah sebagai salah satu tanda kekuasaan-Nya. Tentu, dalam setiap bulannya terdapat keistimewaan dan rahasia yang tersirat di dalamnya.
Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang terus berupaya untuk memaksimalkan ibadah dan kebaikan, khususnya di bulan-bulan yang dianggap mulia dalam Islam termasuk bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam, yaitu bulan Sya’ban.
Ini bulan yang sangat agung. Di dalamnya banyak rahasia dan keistimewaan yang Allah khususkan hanya pada bulan ini. Dalam riwayat Anas bin Malik, nabi bersabda: Dinamakan bulan Sya’ban karena di dalamnya terdapat kebaikan yang sangat banyak kebaikan bagi orang yang berpuasa di dalamnya, hingga ia masuk surga.” (HR Anas bin Malik).
Rasulullah sebagai contoh dan teladan bagi umat Islam selalu menjalani bulan ini dengan berpuasa. Bahkan jumlah puasa yang dilakukannya melebihi bulan-bulan yang lain selain bulan Ramadhan, ternyata ketika ditanya oleh para sahabat perihal semua itu, beliau menjawab bahwa bulan ini merupakan bulan diangkatnya semua amal ibadah kepada Allah. “Ini adalah bulan yang kerap dilalaikan oleh manusia darinya. Ia adalah bulan di antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan di mana amal-amal akan diangkat kepada Tuhan alam semesta, maka aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” (HR. An-Nasa’i) Selain itu, terdapat banyak kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi pada bulan Sya’ban. Salah satunya adalah peristiwa perubahan arah kiblat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha Palestina, kemudian Allah kembalikan lagi seperti semula, yaitu menghadap Masjidil Haram Makkah.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 144).
Hikmah dari peristiwa ini adalah Allah hendak mengetahui orang-orang yang benar-benar beriman pada ajaran yang dibawa oleh nabi, dan orang-orang yang ingkar kepadanya.
Selain itu, bulan ini juga dikenal dengan bulan shalawat kepada Nabi Muhammad. Hal ini karena seiring dengan turunnya firman Allah, berupa perintah membaca shalawat: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab 33:56)(RR)







