Jakarta, Harian Umum - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah, dan tembus Rp 17.400/dolar AS pada perdagangan Selasa (5/5/2026) pagi ini.
Rupiah telah terkoreksi sejak perdagangan dibuka dengan berada di posisi Rp 17.401/dolar AS setelah ditutup anjlok ke level Rp17.385/dolar AS pada Senin (4/5/2026).
Dikutip dari data Bloomberg, pada pukul 10:29 WIB, rupiah terpantau berada di Rp 17.408/dolar AS karena telah melemah 13 poin atau 0,07%.
Pada saat yang sama, mayoritas mata uang utama di Asia menguat.
Won Korea menguat 0,27% atau 3,96 poin ke level 1.474, 8900/dolar AS; yen Jepang menguat 0,08% atau 0,09 poin ke level 112,6030/dolar AS, Yuan China menguat 0,16% atau 0,01 poin ke posisi 6,8289/dolar AS, dan dolar Singapura naik 0,05% dan berada di 1,2763/dolar AS.
Ringgit Malaysia melemah 9,18% atau 0,01 poin ke posisi 3,9627/dolar AS, dan bath Thailand terkoreksi 0,06% atau 0,02 poin ke posisi 32,7280/dolar AS.
Pelemahan rupiah yang menerus dipicu sentimen domestik dan global, terutama konflik Timur Tengah yang membuat Iran menutup Selat Hormuz dan memicu melambungnya harga minyak global hingga ke atas $100 per barel, dan memicu krisis energi di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
Hingga kini, dua kapal tanker Pertamina bahkan masih tertahan di Teluk Persia dan belum bisa pulang dengan melalui Selat Hormuz. (rhm)


