Yaman, Harian Umum - Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, saat ini masih terdapat puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak dalam kawasan konflik bersenjata yang berada di bagian barat Yaman.
Situasi di Yaman, bisa dibilang sangat panas, terlebih pasca kematian mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh. Saleh tewas dalam sebuah serangan yang dilancarakan kelompok Houthi, kemarin.
"Setidaknya ada 90 WNI yang berada di bagian barat Yaman, seperti di Sanaa dan sekitarnya. Sedangkan di bagian timur terdapat 500-an WNI, yang semuanya adalah pelajar," kata Iqbal pada Selasa (5/12/2017) seperti dilansir sindonews.com.
Saleh dibunuh dengan 35 peluru ditembakkan ke arah perut dan kepala setelah semalam sebelumnya secara resmi mengumumkan pembubaran kemitraannya dengan milisi Houthi. Kedua pihak sebelumnya bersekutu melawan pemerintah Presiden Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi yang dibela koalisi Teluk pimpinan Arab Saudi.
Iqbal menyebut, WNI yang saat ini masih berada di Yaman pada umumnya sudah menikah dengan warga setempat.
"Mereka tidak bisa meninggalkan anak dan istri mereka di sana," katanya.
Wilayah timur Yaman sendiri bisa terbilang cukup aman, dimana banyak kampus atau pesantren.(tqn)







