Jakarta, Harian Umum - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meminta tambahan dana Rp1,4 triliun untuk menghadapi kejadian bersifat kontigensi, seperti demonstrasi, kerusuhan dan terorisme.
Permintaan itu diajukan dalam rapat dengan Komisi III DPR, Senin (12/6/2017), di gedung Parlemen Jakarta.
"Pada 2018-2019 diperkirakan akan ada potensi peningkatan gangguan keamanan terkait pelaksanaan Pilkada serentak dan Pemilu. Untuk itu Polri masih membutuhkan dana Rp1,4 triliun untuk kontigensi di tingkat Polda dan Mabes," ujar Asisten Perencana (Asrena) Kapolri Irjen Pol Bambang Sunarwibowo dalam rapat tersebut.
Ia menyebut, kontigensi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menghadapi gangguan keamanan yang mendadak seperti unjuk rasa, demonstrasi dan terorisme.
Dalam rapat ini terungkap kalau pagu anggaran Polri untuk 2018 turun 9% dari Rp84 triliun pada 2017, menjadi Rp76 triliun. Angka ini 56% lebih rendah dari anggaran yang diusulkan Polri kepada pemerintah yang mencapai Rp136,53 triliun.
Bambang tak menjelaskan mengapa pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Bappenas hanya mengabulkan sebesar itu, namun ia menjelaskan bahwa dari Rp76 triliun yang dikabulkan, Rp44 triliun atau 57% digunakan untuk belanja pegawai, Rp1,48 triliun atau 26% untuk belanja barang, dan lain-lain.
Ia menyebut, pada 2018 Polri memiliki 13 program yang akan dilaksanakan, dan dengan anggaran hanya Rp76 triliun, ini belum dapat memenuhi kebutuhan minimal dalam melayani masyarakat dan menegakkan hukum. Apalagi karena 2018 ada Pilkada dan 2019 Pemilu.
"Kami masih kekurangan anggaran sekitar Rp35, 229 triliun, dan kami mohon dapat ditambah saat APBN ditetapkan mengingat adanya prediksi akan adanya gangguan keamanan saat Pilkada dan Pemilu," imbuh dia.
Polri, katanya, membutuhkan anggaran kontigensi sebesar Rp1,4 triliun, dan anggaran ini belum masuk dalam pagu anggaran yang telah disetujui pemerintah.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan, usulan Polri akan dibahas. Ia bahkan berharap, uang makan anggota Polri yang bertugas di lapangan dapat dinaikkan dari Rp30 ribu/ hari.
"Dengan uang makan segitu, tak heran saat ini banyak anggota Polri yang bunuh diri," seloroh politisi Golkar itu. (rhm)







