Jakarta, Harian Umum - Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahean menuding ada sekelompok elit berpura-pura mendukung Prabowi yang akan bermanuver di saat sidang Mahkamah Konstitusi (MK) nanti.
Sekelompok elit tersebut, menurut Ferdinand memiliki agenda agar negara chaos dan akan mengambil alih keuntungan dari situasi tersebut. Hal tersebut disampaikan Ferdinand lewat laman Twitternya @FerdinandHaean2.
"Saya sejak awal hormat dan menaruh respek atas yang dilakukan oleh @prabowo setelah bertemu @Pak_JK , kesetiaannya kpd bangsa tetap kokoh. Situasi itu kemudian membuat para segerombolan kelompok jg tak menerima dan bermanuver sendiri. Itulah gerombolan yg menyerang Demokrat," tulisnya, Sabtu (8/6/2019).
"Mengapa @prabowo kemudian merubah haluan politiknya dr sejak awal menolak menerima hasil pemilu dan tdk akan ke MK berubah membawa sengketa ke MK? Beliau Prabowo tiba2 sadar bahwa dia tlh dimamfaatkan kelompok tertentu yg slm ini dirasa sbg teman. Nasionalismenya keluar," lanjutnya.
"Atas kondisi perubahan sikap itu, mk keberadaan Demokrat dianggap sbg biang kerok dan dijadikan kambing hitam secara mendadak. Jokowi yg tampak lemah dimata mrk, menjadi kuat krn faktor SBY dan buyarlah agenda mrk ketika Prabowo menarik orang2nya dr 21 22 mei," katanya.
"Gerombolan setan gundul yang berkolaborasi dengan faksi politik tertentu masih akan bermanuver di saat persidangan di MK nanti. Mrk ini bukan lg pembela @prabowo tp pura2 membela dgn agenda spy bangsa chaos dan mrk ingin masuk ambil alih ditikungan," ungkap Ferdinand.
Seperti diketahui kubu pasangan Prabowo-Sandi yang tidak terima atas hasil rekapitulasi manual Pilpres 2019 melayangkan gugatan sengketa Pilpres secara resmi ke MK. Atas gugatan tersebut, MK akan menggelar sidang perdana tanggal 14 Mei 2019 mendatang. (Zat)







