Jakarta, Harian Umum - Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus, ingin merubah kata-kata doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus, yaitu doa Bapa Kami. Paus menilai kalimat itu mendeskreditkan Tuhan.
Seperti dilansir Independent pada Sabtu, 9 Desember 2017, Paus menyebutkan Doa Bapa Kami menyiratkan kalimat tersebut Tuhan seakan-akan memberi godaan.
Dalam acara televisi Italia TV2000, Paus mengatakan dia percaya kata-kata itu harus diubah untuk mencerminkan bahwa bukan Tuhan yang menyebabkan manusia berdosa.
"Ini bukan terjemahan yang bagus karena ini berbicara tentang Tuhan yang menginduksi godaan," katanya.
Dia menambahkan: "Akulah yang jatuh. Bukannya dia mendorong saya ke dalam godaan untuk kemudian melihat bagaimana saya telah jatuh.
"Seorang ayah tidak melakukan itu. Seorang ayah membantu Anda untuk segera bangun.
"Setanlah yang membawa kita ke dalam godaan, itulah kerjanya."
Pemimpin umat nasrani ini juga menyoroti Gereja Katolik di Prancis telah menyesuaikan doa ini dengan menggunakan ungkapan "jangan sampai kita jatuh ke dalam godaan".
Kata-kata dalam doa saat ini adalah terjemahan dari bahasa Latin vulgate, yang sebelumnya diterjemahkan dari bahasa Yunani kuno. Teks asli ditulis dalam bahasa Aram. Para sejarawan bahasa percaya bahwa doa itu diucapkan sendiri oleh Yesus Kristus.(tqn)
Sumber : Tempo.co







