Jakarta, Harian Umum - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkirakan dibutuhkan anggaran hingga Rp 51,82 triliun untuk memperbaiki lebih dari 1.000 titik jalan dan jembatan yang rusak di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh yang terdampak banjir bandang dan longsor menjelang akhir November 2025 lalu.
Estimasi itu merupakan perhitungan hingga 10 Desember 2025 lalu dengan rincian Rp 2,72 triliun untuk tanggap darurat, dan Rp 49,10 triliun untuk rehabilitasi serta rekonstruksi.
Angka-angka itu disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo saat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Pasca Bencana Sumatera di Kantor Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Kamis (11/12/2025) di Jakarta.
"Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, karena pemulihan pascabencana tidak dapat dikerjakan sendirian. Butuh sinergi untuk memastikan masyarakat segera kembali mendapatkan akses layanan dasar dan mobilitas yang aman," kata Dody dikutip dari detikcom, Jumat (12/12/2025).
Ia menjelaskan, kementeriannya bergerak cepat untuk melakukan upaya tanggap darurat dan pemulihan pascabencana di tiga provinsi tersebut, antara lain dengan menurunkan 310 personel untuk melakukan respons cepat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung komando penanganan darurat daerah.
Selain itu, Kementerian PU juga mengerahkan 298 unit alat berat (excavator, loader, dan lainnya), 121 unit alat pendukung (hidran umum, mobil operasional, dump truck, mobil tangki air, dan lainnya), serta 3.727 unit material darurat (geobag, bronjong kawat, agregat, dan lainnya) ke seluruh lokasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan longsoran, memulihkan alur sungai, penanganan badan jalan rusak, hingga pemasangan jembatan bailey untuk membuka kembali konektivitas antarwilayah," jelas Dody. (man)


