Jakarta, Harian Umum - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya dua bibit siklon tropis di wilayah Indonesia, tepatnya berada dalam wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.
Kedua bibit siklon tropis tersebut adalah bibit siklon 91W dan 96S.
"Kedua bibit badai ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia dalam 24 jam ke depan," kata BMKG, Kamis (16/1/2026), dikutip dari akun Instagram-nya.
Bibit Siklon Tropis 91W terpantau di sekitar kordinat 9.4°LU – 129.4°BT, tepatnya di Laut Filipina dan di sebelah utara Maluku Utara, dengan kecepatan angin maksimum 30 knot (56 km/jam) dan tekanan minimum 1002 hPa.
"Memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat laut, menjauhi wilayah Indonesia," jelas BMKG.
Dampak tidak langsung akibat keberadaan
Bibit Siklon Tropis 91W;
- Hujan sedang - lebat di Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.
- Gelombang 1,25 - 2,5 meter di Laut Sulawesi Timur, Laut Maluku, perairan Bitung, Sangihe. Manokwari Utara, Raja Ampat Utara, Biak Utara, dan Samudera Pasifik Utara Papua.
- Gelombang 2,5 - 4 meter di Perairan Kepulauan Talaud dan Samudera Pasifik Utara Maluku.
Bibit Siklon Tropis 96S terpantau di sekitar kordinat 13.6°LS – 117.3°BT di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat, dengan kecepatan angin maksimum 20 knot (37 km/jam) dan tekanan minimum 1002 hPa.
"Memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat daya, menjauhi wilayah Indonesia," kata BMKG.
Dampak tidak langsung dari bibit siklon ini adalah:
- Hujan sedang-lebat di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat
- Gelombang 1,25 - 2,5 meter di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah, perairan selatan Jawa Tengah hingga selatan Pulau Sumba, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Sumba, dan Laut Sawu.
- Gelombang 2,5 - 4 meter di Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan NTT.
“Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,” pungkas BMKG. (rhm)


