Jakarta, Harian Umum - Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat tak main-main dengan kebijakannya melarang umat Islam melakukan takbir keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H yang jatuh pada Minggu (25/6/2017).
Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta dikabarkan akan menggembok semua pintu Monas agar ribuan umat Islam yang dikoordinir Laskar 313 tak dapat menggunakan area itu sebagai titik start dan finish takbir keliling yang akan diselenggarakan Sabtu (24/6/2017) malam.
"Kami merasa kecewa karena Pemprov DKI, juga Polda Metro Jaya melarang takbir keliling. Bahkan semua pintu Monas akan digembok pada malam Lebaran nanti agar kami tidak dapat menggunakannya sebagai tempat start dan finish takbir keliling yang akan kami selenggarakan," ujar Panglima Laskar 313 Rahmat Himran kepada harianumum.com melalui Whatsapp, Jumat (23/6/2017).
Namun demikian ia mengatakan, meski pihaknya tak dapat memgunakan area Monas, takbir keliling tetap akan diselenggarakan. Hanya saja jika semula takbir keliling dijadwalkan menempuh rute Monas-Kota Tua-Monas, rute itu diubah karena akan digabungkan dengan takbir keliling yang diselenggarakan Front Pembela Islam (FPI).
Karena penggabungan ini, maka rute berubah menjadi Petamburan, Slipi ,Cawang, Otista, Kampung Melayu, Senen, Gunung Sahari, Mangga Dua, Kota, Glodok, Harmoni, Hasyim Ashari, Tomang, Slipi, dan kembali ke Petamburan.
Rahmat menilai, tindakan Djarot melarang takbir keliling dan akan menggembok semua pintu Monas, menunjukkan kalau politisi PDIP itu alergi dengan kegiatan keagamaan umat islam.
"Pemprov DKI kurang peka terhadap kegiatan keislaman," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan kalau sedikitnya 3.000 orang telah mendaftar secara langsung maupun secara online untuk mengikuti takbir keliling yang diselengarakan Laskar 313.
Pendaftaran dibuka sejak 17 Juni lalu dan akan ditutup pada Sabtu esok. (rhm)






