Jakarta, Harian Umum - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya badai pemutusan hak kerja (PHK) gelombang kedua di Indonesia sebagai imbas penerapan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Ada sekitar 100 negara yang terkena kebijakan tersebut, termasuk Indonesia yang dikenakan tarif impor 32% untuk produk produk yang diekspor dari Indonesia.
Presiden Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, perhitungan sementara asumsi potensi PHK gelombang kedua akan 'menghantam' hingga 50 ribu pekerja di Indonesia dalam kurun waktu 3 bulan setelah kebijakan Trump berlaku.
"Dalam kalkulasi sementara saya, ini bukan kepastian, S setelah mendengarkan fakta buruh, badai PHK gelombang kedua bisa tembus angka 50 ribu (orang) dalam 3 bulan pasca ditetapkannya tarif berjalan. Jadi, sampai 3 bulan ke depan runtuh itu 50 ribu orang akan ter-PHK," katanya dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (5/4/2025).
Ia menyebut, ada berbagai industri yang beroperasi di dalam negeri berpotensi melakukan PHK, yakni industri tekstil, garmen, sepatu, makanan dan minuman orientasi ekspor ke AS, minyak sawit, karet, dan sebagian kecil industri pertambangan dalam negeri juga akan terdampak.
"Saya ulangi, industri tekstil, garmen, sepatu, makanan minuman orientasi ekspor Amerika, kemudian industri sawit, industri karet, dan pertambangan yang dikirim ke Amerika," imbuhnya.
Said meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi terjadinya potensi badai PHK gelombang kedua di Indonesia, terutama imbas dari kebijakan tarif impor dari AS.
Menurut dia, hal-hal yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk mengantisipasi hal itu belum bisa mengurangi kemungkinan jumlah pekerja yang akan di-PHK.
"Kebijakan pemerintah Indonesia yang belum jelas bagaimana antisipasi itu," tambahnya.
ia menyarankan sebaiknya pemerintah segera membentuk satuan tugas (slSatgas) PHK yang dinilai akan bisa setidaknya mengurangi jumlah pekerja yang di-PHK ke depannya.
"Saya sudah ketemu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco tujuannya lebaran. Saya sarankan bentuk satgas PHK, (anggotanya) jangan hanya Menaker, nggak kuat Menaker (PHK) gelombang 1 saja kelabakan. Kami dari serikat buruh dia (Dasco) respons positif semoga satgas PHK ini bisa setidak-tidaknya (mengurangi PHK jadi) 30 ribu (orang). Kalau PHK dimana-mana, kami turun ke jalan jelas," tandasnya. (man)


