Jakarta, Harian Umum - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim, menegaskan pentingnya peran Perumda Dharma Jaya dalam menjaga ketahanan pangan hewani di Ibu Kota. Ia menyebutkan, kontribusi Dharma Jaya selama ini sangat besar dalam menstabilkan harga daging dan ayam di Jakarta.
“Bayangkan kalau kita beli daging tidak lewat Dharma Jaya, mungkin subsidi untuk masyarakat Jakarta tidak bisa berjalan. Begitu juga dengan ayam dan ikan,” ujar Afni dalam rapat bersama jajaran Dharma Jaya dan Dinas KPKP DKI Jakarta.
Menurut Afni, transformasi bisnis yang tengah dijalankan Dharma Jaya perlu didukung penuh, terlebih pasca-COVID-19 kondisi keuangan perusahaan sempat menurun.
“Waktu itu mungkin tidak ada untung. Bisa bertahan hidup saja sudah bagus. Sekarang sudah mulai untung, tapi belum bisa memberikan dividen. Harapan kami ke depan, Dharma Jaya bisa lebih sehat dan bisa memberi dividen untuk Pemprov,” jelasnya.
Ia menambahkan, Dharma Jaya harus memperluas peran, termasuk menambah jenis komoditas hewani yang dikelola, tidak hanya daging sapi, ayam, dan ikan. Bahkan ia menyarankan agar perusahaan juga memproduksi olahan ikan agar lebih diterima masyarakat, terutama anak-anak.
Selain itu, Afni menyoroti pentingnya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas daging beku. “Masih ada sebagian warga yang enggan membeli daging beku. Padahal kualitasnya sama dengan daging segar, halal, dan lebih terjangkau karena Dharma Jaya bekerja sama dengan berbagai daerah dan bahkan Australia,” katanya.
Afni memastikan, Komisi B DPRD DKI akan terus mendukung langkah Dharma Jaya, baik melalui penyertaan modal daerah (PMD) maupun kerja sama dengan pihak ketiga. “Namun jangan lupa, peran utama Dharma Jaya adalah menstabilkan harga pangan hewani bagi masyarakat Jakarta. Itu yang tidak boleh dilupakan,” tegasnya.







