Labuan Bajo, Harian Umum – Jenazah pelatih Tim B Sepakbola Perempuan Valencia, Fernando Martin Carreras, akhirnya ditemukan setelah dinyatakan hilang sejak 26 Desember 2025 akibat KM Putri Sakinah yang ditumpanginya bersama keluarga, tenggelam di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Jenazah Fernando ditemukan mengambang di perairan Pulau Rinca pada Minggu (4/1/2026) pagi.
'Iya benar, berdasarkan hasil identifikasi dan keterangan dari Kapolres Manggarai Barat, korban yang ditemukan Minggu pagi adalah FMC," kata Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra kepada wartawan.
Dia menambahkan, proses identifikasi dilakukan tim gabungan dari Biddokkes Polda NTT dan RSUD Komodo Labuan Bajo.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan korban ditemukan sekitar 1,13 mil laut atau dua kilometer dari titik duga kapal tenggelam.
"(Ditemukan) 1,13 nautical mile dari lokasi titik duga kapal itu tenggelam," katanya.
Dengan ditemukannya jenazah Fernando, maka proses pencarian akan terus dilakukan karena masih ada dua korban yang dinyatakan hilang.
Sebelumnya kapal wisata KM. Putri Sakina yang mengangkut 11 penumpang, terdiri dari empat ABK dan tujuh penumpang, di antaranya enam warga negara asing asal Spanyol dan satu pemandu wisata warga negara Indonesia, tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12/2025) malam.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menjelaskan kapal wisata tersebut tenggelam karena di sekitar perairan Padar dilanda cuaca buruk dan gelombang dengan ketinggian kurang lebih 2 meter yang mengakibatkan kapal tersebut terbalik dan akhirnya tenggelam.
"Dugaan sementara cuaca buruk disertai gelombang tinggi menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal tersebut," ungkap Christian pada 28 Desember 2025.
Sebelum tenggelam, KM Putri Sakinah diketahui sedang berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar.
"Nahas, pukul 20.30 Wita kapal mengalami mati mesin dan tenggelam," ungkap Fathur pada 28 Desember 2025.
Tujuh orang selamat, terdiri dari 2 WNA asal Spanyol, 4 kru kapal dan 1 orang guide. 2 WNA asal Spanyol yang selamat adalah istri Fernando dan salah satu anaknya, sementara Fernando bersama tiga anaknya yang lain, hilang.
Salah satu anak Fernando kemudian ditemukan di Perairan Pulau Serai Labuan Bajo pada tanggal 29 Desember 2025, sehingga dua orang yang masih hilang tentunya keduanya anak Fernando.
Untuk diketahui, keempat anak Fernando berusia 7-12 tahun. (man)


