Jakarta, Harian Umum - DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintahan Propinsi DKI Jakarta membangun Balai Bahasa Betawi.
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menjelaskan, Balai Bahasa Betawi adalah inspirasi Pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) dalam audiensi pada Selasa (15/7).
Menurut Khoirudin, balai bahasa sebagai usaha melestarikan dan meningkatkan Bahasa dan Sastra Betawi.
Bahasa Betawi dipandang sebagai sisi penting dari jati diri budaya. Kurangnya pemakaian Bahasa Betawi menjadi rintangan dalam kelestarian bahasa.
Lewat pendirian Balai Bahasa Betawi, berharap Khoirudin, bisa menjadi jalan keluar menjaga kelangsungan bahasa dan sastra di Jakarta.
"Balai bahasa, perlu ruangan animo untuk ekspresikan semua Budaya Betawi," tutur Khoirudin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/7).
Disamping itu, Budaya Betawi sebagai jati diri Kota Jakarta harus selalu dilestarikan dan diperkembangkan. Sisi tidak terpisah dari citra Jakarta sebagai kota global dan berbudaya.
"Saat Jakarta telah digaungkan menjadi kota global yang berbudaya, Budaya Betawi yang diangkat," papar Khoirudin.
Hal seirama disebutkan Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Inad Luciawaty.
Inad setuju Bahasa Betawi harus dilestarikan sebagai sisi penting dari peninggalan Budaya Indonesia, terutama Jakarta.
Sekarang, banyak kosakata Bahasa Betawi mulai lenyap atau jarang-jarang dipakai dalam pembicaraan setiap hari.
"Banyak Bahasa Betawi yang banyak lenyap, harus dibudayakan," ujar Inad.






