Jakarta, Harian Umum- Indonesia masih berada di peringkat empat daftar perolehan sementara medali Asian Games XVIII-2018, sementara China masih merajai puncak daftar dan agaknya takkan terkejar oleh negara lain hingga penutupan event akbar ini, Minggu (2/9/2018).
Seperti dikutip dari en.asiangames2018.id, Sabtu (1/9/2019), hingga pagi ini Indonesia meraih 30 emas, 23 perak dan 40 perunggu, sementara China 118 emas, 85 perak dan 60 perunggu.
Jepang yang berada di peringkat dua memperoleh 69 emas, 50 perak dan 70 perunggu; Korea Selatan yang berada di peringkat tiga memperoleh 43 emas, 54 perak dan 63 perunggu.
Iran yang duduk di peringkat lima memperoleh 19 emas, 19 perak dan 20 perunggu.
Jika melihat perolehan medali Iran ini, hingga Asian Games ditutup besok, agaknya peringkat Indonesia di posisi empat takkan tergeser. Hasil ini tak hanya memenuhi target masuk di 10 besar, namun juga sekaligus melampaui target perolehan medali yang dipatok di angka 16 emas.
Dari 30 emas yang diraih Indoensia, 14 di antaranya diperoleh dari cabang olahraga Pencak Silat yang menyapu bersih semua medali, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai juara umum untuk cabang ini.
Emas lain diraih dari cabang Wushu atas nama Lindswell Kwok untuk nomor Taijijian & Taijiquan, dan Defia Rosmaniar untuk nomor poomsae. Defia bahkan tercatat sebagai atlet Indonesia yang pertama meraih emas.
Dari cabang bulutangkis, Indonesia meraih dua emas dari cabang tunggal putra atas nama Jonathan Christie dan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Emas juga diraih dari olehraga dayung untuk nomor rowing kelas ringan, dan dari cabang panjat tebing yang meraih tiga emas dari nomor kecepatan regu putra, kecepatan beregu putri, untuk nomor tunggal putri atas nama Aries Susanti Rahayu.
Hari ini Indoensia berpeluang meraih medali dari cabang bola voli putri dan putra, bridge; kayak tunggal putri, dan modern penthathlon tunggal putra. (man)







