Surabaya, Harian Umum-- Gempa berkekuatan 6,4 SR yang berpusat di kordinat 7.42 Lintang Selatan (LS) - 114.47 Bujur Timur (BT) dan berjarak 61 kilometer timur laut Situbondo, Jawa Timur, Kamis (11/10/2018) pukul 01:44:57 WIB, merusak ratusan rumah di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, dan di Kabupaten Jember.
Menurut Gubernur Jawa Timur Soekarwo usai meninjau lokasi gempa di Pulau Sapudi, data sementara menyebutkan ada 246 unit rumah di pulau itu yang rusak akibat guncangan gempa.
"Kerusakan rumah ada 246. Yaitu, 210 unit di Gayam dan di Nunggunong ada 36 unit rumah. Rumah yang rusak berat itu ada 30 unit, yang sedang 80 unit, dan rusak ringan itu 100 unit," katanya seperti dilansir ROL.
Dari semua rumah yang rusak itu, dua unit di antaranya hancur, rata dengan tanah. Selain itu, ada juga satu masjid dan satu madrasah diniyah yang rusak parah.
Terkait kemungkinan meliburkan sekolah akibat peristiwa ini, Soekarwo menyatakan tidak akan melakukannya karen gempa tidak sampai merusak fasilitas sekolah tersebut.
"Sementara endak (meliburkan sekolah). Tetap normal sekolah karena hanya satu diniyah yang rusak parah itu," katanya.
Di Kabupaten Jember, jumlah rumah dan bangunan yang rusak dan ambruk belum diketahui, namun diperkirakan mencapai ratusan unit juga. Rumah yang ambruk di antaranya milik Hasyim, warga RT 2/9 Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates.
"Saat gempa semua panik dan berhamburan keluar rumah. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba dinding rumah samping ambruk dan kami sekeluarga segera keluar dari pintu samping yang tidak ambruk," kisahnya kepada wartawan.
Setelah kejadian gempa itu, Hasyim bersama istri dan cucunya terpaksa tidur di rumah saudara yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Ia khawatir terjadi gempa susulan dan kondisi rumahnya yang ambruk dikhawatirkan membahayakan keselamatan keluarganya.
Ketua RT 2/9 Kelurahan Kebonagung, Asmadi, mengatakan, ada enam rumah warganya yang terdampak gempa bumi, namun tidak ada korban jiwa.
"Semua warga berhamburan keluar rumah karena getaran gempanya sangat kuat. Tiga rumah mengalami kerusakan sedang, yakni milik Hasyim, Slamet, dan Sugianto yang dindingnya ambruk, sedangkan lainnya mengalami retak-retak," katanya.
Pantauan di lapangan, sejumlah personel aparat kepolisian dan Babinsa mendatangi rumah warga untuk mengecek kondisi rumah warga setempat yang rusak akibat gempa bumi tersebut.
Berdasarkan informasi di lapangan, gempa bumi ini juga menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga di beberapa desa di Kecamatan Sukorambi, Kecamatan Arjasa, Kecamatan Tempurejo, dan Kecamatan Mumbulsari. [rhm]







