Jakarta, Harian Umum - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta (Disdukcapil) Edison Sianturi mengatakan pihaknya kesulitan melakukan operasi bina kependudukan di apartemen. Namun setelah petugas melakukan Dialog dengan pengurus Apartemen, akhirnya manajemen apartemen mengizinkan petugas melakukan pembinaan pendatang baru.
"Apartemen ya yang agak sulit, kami tahu ya apartemen yang privasinya tinggi seperti di kawasan Sudirman. Mereka mengatakan jangan menganggu privasi orang, itu alasan klasiklah, Tapi giliran mereka bermasalah, datang ke kami." kata Edison di kawasan Kuningan, Jumat (4/8/2017).
Mereka yang tinggal apartemen mewah adalah pendatang baru kebanyakan adalah para asisten rumah tangga. Para asisten itu bekerja untuk penghuni apartemen. Edison mengatakan biasanya mereka berasal dari Pulau Jawa.
Edison menjelaskan setiap pendatang baru wajib melapor pada RT/RW setempat.
"Baik WNI atau WNA, 14 hari setelah berada di Jakarta itu harus lapor. Makanya biduk (bina kependudukan) juga tidak saat hari raya kan tapi ada tenggat waktu 14 hari," ujar Edison.
Di informasikan sebelumnya Kepala Dinas Dukcapil DKI, Edison Sianturi, memberikan ancaman pemecatan terkait kegagalan Kasudin Dukcapil di tiap wilayah untuk menembus perumahan elit dan apartemen mewah. Ancaman itu disebar lantaran operasi Biduk usai Lebaran 2017 didukung langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat. Bahkan Djarot sudah meyakinkan akan menelepon setiap pengelola kawasan eksklusif yang menolak didata.
"Makanya saya pikir tak ada alasan bagi Kasudin untuk gagal menembus apartemen mewah," Kata Edison







