Jakarta, Harian Umum - Jagat X (dulu Twitter) Indonesia sedang dihebohkan oleh cuitan Budi Kurniawan, dosen ilmu politik asal Indonesia yang bermukim di Amerika Serikat, tentang nilai pada ijazah S1 Cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka yang dipamerkan kepada pers pada tanggal 20 November 2023 lalu.
Dalam cuitannya itu, Budi mengatakan kalau indeks prestasi kumulatif (IPK) Gibran cuma 2,3, dan frasa "IPK 2,3" tembus ke posisi kedua trending topics X Indonesia karena digunakan dalam 12.500 cuitan.
"Gibran itu lulus S1 dapat nilai lower second class honours (setara 48). Untuk nilai segitu, daftar kuliah master aja susah diterima. Itu setara IPK 2.3 kalau sistem Indonesia," kata Budi melalui akun X-nya, @BangBudiKur, seperti dikutip Selasa (23/1/2024).
Ia memposting dokumen yang bersumber dari Bradford University tempat di mana Gibran mendapatkan ijazah S1, yang menguatkan kalau nilai lower second class honours second devision memang setara dengan nilai 48.
Selengkapnya sebagai berikut:
- First Class Honours 68,0%,
- Lower Second Class Honours - First Division 58,0%
- Lower Second Class Honours - Second Division 48,0%
- Third Class below 48,0%.
Seperti diketahui, saat Gibran memamerkan ijazahnya, pada ijazah itu memang tertera tulisan Bachelor of Science with Lower Second Class Honours Second Division. ijazah itu diterbitkan Bradford University.
Sejak Budi memposting ulasannya pada Senin (22/1/2023) pukul 20:46 WIB, hingga Selasa (23/1/2024) pukul 16:15 WIB postingan itu dikomentari 2.051 netizen, di-retweet 11.000 kali dan disukai 45.000 netizen.
Namun, yang membaca cuitan itu telah mencapai 5,3 juta orang.
Berikut beberapa komentar dari netizen yang merespon postingan Budi.
"Yang susah nyari kerja karena IPK nya rendah, nyapres aja," sindir @ainunrozi.
"Ini bener IPK nya setara 2.3? Bu Susi jangan sampe tau, takut disuruh banyak makan ikan," ledek @Bebque.
"Njir cuman 2,3 doang? Beneran? Nyari kerja pasti susah banget tuh Pantes aja dicariin kerja babenya *eh ðŸ¤ðŸ¤," gurau @Ridyans.
"ku kasih template buat nyebokin nih; IPK gak menjamin kesuksesan, yg penting itu skill. banyak yg IPK nya gede, cumlude tapi nganggur bertahun tahun. maka dari itu sekali lagi apa pentingnya IPK? yang penting itu skill, punya papah yg berkuasa dan om yg bisa otak atik aturan," sindir @palingteguh. (man)






