Jakarta, Harian Umum - Meski beberapa waktu lalu Pemprov DKI telah menertibkan spanduk yang bernada provokatif namun belakangan spanduk itu bermunculan kembali.
Bahkan Bawaslu DKI Jakarta mencatat yang berisi pesan provokatif bertebaran di Ibu Kota.
Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti mengklaim pihaknya sudah menertibkan spanduk-spanduk tersebut.
spanduk Spanduk-spanduk itu juga disebut mengarah ke kampanye hitam.
"Hari ini kita sudah turunkan 632 titik. Sementara yang mengarah pada alat peraga kampanye yang saat ini sudah dilarang, sekitar 630-an. Kebanyakan spanduk yang kita tertibkan itu yang provokatif," kata Mimah dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/4/2017).
Di tempat yang sama Komisioner KPU DKI Dahliah Umar mengatakan kampanye hitam menjelang pencoblosan putaran kedua terhadap salah satu pasangan calon lebih berbahaya ketimbang putaran pertama. Sebab spanduk-spanduk yang ditemukan tidak hanya bernada provokatif namun sudah menjurus ancaman.
"Adanya spanduk-spanduk yang bernuansa ancaman (sekarang)," ucap Dahlia.
Karena itu Dahlia menghimbau agar para pendukung paslon lebih santun. "Namun faktanya ada kampanye hitam, namun sudah diatasi oleh Bawaslu," ujar Dahlia.
Selanjutnya Dahlia berharap tim sukses dan masyarakat bisa menciptakan suasana kampanye yang damai. Agar pelaksanaan Pilkada bisa berjalan secara jujur dan adil. "Jurdil berarti kan membangun suasana damai," pungkasnya.







