Teheran, Harian Umum - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merudal pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Kuwait karena meyakini di pangkalan itulah pasukan AS mengebom kita pelabuhan Bandar Abbas di selatan Iran pada Kamis (28/5/2026) pada pukul 01.30 waktu setempat atau pukul 22.00 GMT.
"IRGC mengumumkan bahwa mereka melakukan serangan udara yang menargetkan pangkalan udara Amerika yang menjadi sumber serangan AS terhadap kota pelabuhan Bandar Abbas," kata kantor berita Iran Fars News, Kamis (28/5/2026).
Dalam pernyataannya, IRGC lagi-lagi memperingatkan bahwa setiap serangan AS terhadap Iran tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebelumnya, Fars melaporkab terdengar tiga ledakan keras di sebelah timur kota pelabuhan Bandar Abbas. Belakangan diketahui kalau ledakan itu diakibatkan serangan udara dari jet tempur AS
IRGC mengatakan, menyusul serangan itu, sistem pertahanan udara Bandar Abbas diaktifkan untuk waktu singkat.
Pasukan militer elit Iran itu juga mengatakan bahwa atas serangan-serangan AS ini, Iran akan memberikan respon yang “lebih tegas” jika musuh mengulangi serangannya dalam bentuk apa pun.
"Tanggung jawab atas konsekuensi dari setiap respon IRGC terletak pada pihak agresor," tegas IRGC. (man)







