TPU YANG RINDANG dan teduh membuat peziarah nyaman saat mendoakan orang yang telah dimakamkan. Rimbunnya pepohonan di TPU juga dapat menjadi paru-paru kota bagi Jakarta.
-------------------------
Oleh: Tobaristani
Aktivis, mantan ketua FKDM DKI Jakarta
Kalau ngomongin tempat pemakaman umum seperti TPU Karet, Tanah Kusir, atau pemakaman lain di Jakarta, yang terbayang biasanya panas, gersang, dan banyaknya nisan.
Padahal, ziarah merupakan momen penting bagi kita untuk mengingat kematian, mendoakan keluarga yang telah berpulang, sekaligus merenung.
Agar momen ziarah itu menjadi lebih khidmat, tak ada salahnya bila Gubernur DKI Jakarta Bapak Pramono Anung dan wakilnya, Bapak Rano Karno alias Si Doel, melalui Dinas Pemakaman dan Hutan Kota DKI Jakarta merespon positif usulan orangtua almarhum penyanyi Vidi Aldiano yang dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, agar TPU menjadi rindang, teduh, dan peziarah pun nyaman, tidak kepanasan bila di siang hari.
Dikutip dari akun YouTube ReyBen Entertainment, ayah almarhum Vidi Aldiano, Harry Aprianto Kissowo, mengatakan bahwa pihaknya telah meminta petugas TPU Tanah Kusir agar menanami pohon di sekitar makam anaknya, karena di lokasi itu minim pepohonan, sehingga fans Vidi yang berziarah, kepanasan.
"Apa yang saya cermati, ke makam Vidi itu setiap hari banyak sekali yang berziarah. Makanya, tadi saya minta kepada tim pemakaman, karena kalau siang panas sekali, untuk ditanami pohon di dekat sini, sehingga jika ada yang berziarah.... ada manusiawi. Kalau saya kan bawa payung, kalau orang-orang itu kan ada yang nggak bawa payung," katanya.
Meski demikian, ayah Vidi mengatakan bahwa saat itu sudah ada empat pohon yang akan ditanam.
"Tadi lubang untuk menanam keempat pohon itu sudah digali, saya berharap ada lagi pohon yang ditanam di sini," katanya.
Menurut pengamatan saya, di setiap TPU di Jakarta umumnya terdapat pepohonan, akan tetapi di banyak TPU jumlah pohon kurang memadai, sehingga tak mengherankan jika ayah seorang artis pun mengeluhkan hal ini, bahkan di TPU sekelas Tanah Kusir
Kita tahu banyak sekali manfaat pohon, termasuk jika ditanam di TPU. Namun, tak ada salahnya untuk saya tuliskan lagi di sini sebagai pengingat bagi kita semua:
Pertama, pohon merupakan solusi paling sederhana untuk ngatasin panas Jakarta. Coba bayangkan ziarah siang hari di TPU Karet tanpa pohon sama sekali. Terik matahari langsung menghantam kepala, terlebih di musim kemarau. Banyak penziarah, apalagi orang tua dan anak kecil, menjadi cepat lelah dan buru-buru pulang. Dengan adanya pohon peneduh seperti ketapang, mahoni, atau trembesi, area makam jadi lebih sejuk. Orang bisa duduk lebih lama, berdoa dengan tenang, tanpa harus kepanasan.
Kedua, pohon membuat suasana TPU menjadi lebih tenang dan asri.
Pemakaman bukan cuma tempat menyimpan jenazah, tapi juga ruang publik yang punya nilai spiritual. Pohon yang rindang membuat udara lebih segar, suara bising kota sedikit mereda, dan pemandangan menjadi tidak monoton. Ziarah yang semula terasa berat pun bisa menjadi momen yang lebih damai dan reflektif.
Banyak kota besar di luar negeri seperti di Singapura dan Jepang sudah menerapkan konsep pemakaman taman yang hijau. Jakarta juga bisa ke arah sana.
Ketiga, ini investasi lingkungan jangka panjang. Pohon di TPU membantu menyerap polusi, mengurangi polusi udara, dan jadi resapan air saat hujan deras. Jadi, manfaatnya tidak cuma untuk penziarah, tapi juga untuk warga sekitar. Lahan TPU yang luas di Jakarta bisa menjadi paru-paru kota bagi Jakarta, jika ditata dan dipelihara dengan baik.
Tentu, menanam pohon butuh perawatan dan perencanaan agar akarnya tidak merusak nisan. Tapi itu bisa diselesaikan dengan pemilihan jenis pohon yang tepat dan penataan serta perawatan yang baik.
Mari kita dorong pengelola TPU dan Pemprov DKI untuk memulai program penghijauan di TPU Karet, Tanah Kusir, dan TPU lainnya. Karena menghormati orang yang sudah tiada juga bisa diwujudkan dengan membuat tempat peristirahatannya menjadi teduh dan nyaman bagi yang datang untuk mendoakan.
Ziarah yang teduh membuat hati lebih tenang, dan hati yang tenang lebih mudah mengingat Allah. Bukankah itu tujuan utama kita datang ke makam?(*)







