Jakarta, Harian Umum - Pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sari Mulya di Kecamatan Setu termasuk salah satu program yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangsel 2016-2021.
Selain, TPU Sari Mulya program lainnya yang masuk dalam RPJMD adalah bedah rumah, pembangunan balai warga, penataan kawasan kumuh, pembangunan rumah susun dan penerangan jalan umum (PJU).
Menurut Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kota Tangsel Teddy Meiyadi, program bedah rumah sudah tercapai 100 persen. Dari target 780 unit bedah rumah, sudah dapat diselesaikan dalam tiga tahun pertama periode kedua kepemimpinan Walikota Airin dan Wakilnya Benyamin Davnie. Adapun, kegiatan bedah rumah tahun ini merupakan tambahan program.

Lalu, retribusi dari tujuh pemakaman umum (TPU) yang totalnya 8900 unit makam, terkumpul Rp380 juta dari Rp200 juta yang ditargetkan. Pelonjakan tersebut dikarenakan, pemerintah telah melakukan penataan lingkungan sekitar makam. Mulai dari program rumputisasi dan perbaikan akses jalan di lingkungan makam.
Program lainnya, pembangunan Balai Warga di tanah fasos-fasum milik Pemkot Tangsel. Tahun ini dari 30 balai warga yang direncanakan, telah terbangun 26 unit balai warga. Empat balai warga yang belum selesai dikarenakan ada persoalan persetujuan warga di kompleks perumahan elit.
Sementara, untuk penataan kawasan lingkungan kumuh, dari 500 hektar yang sebelumnya masuk kategori kumuh, kini telah berkurang menjadi 100 hektar. Sisanya, yakni sekitar 100 hektar lingkungan kumuh akan diselesaikan tahun 2020 melalui APBD Kota Tangsel dan APBN.
Program lainnya, yakni di bidang penerangan jalan umum (PJU). Dari 37 ribu tiang PJU yang merupakan peninggalan Pemkab Tangerang sekira 10 tahun lalu, saat ini sudah diganti sekira 17 ribu tiang PJU. Sedangkan, lampu PJU yang mati sudah dilakukan pergantian sehingga, wilayah Tangsel terang semuanya.

Selanjutnya, program rumah susun sederhana (Rusunawa). Dari target empat tower, telah terbangun dua tower. Perlu diketahui, pembangunan dua tower lagi, kewajiban Pemkot Tangsel untuk menyediakan lahan sudah selesai. Sementara pembangunannya dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Menurut Teddy, harusnya dua tower itu sudah dibangun tahun ini. Tapi karena berbarengan dengan Pilpres, Pileg dan banyak bencana alam di Indonesia, Kementerian PUPR menunda pembangunannya. Namun, tahun ini juga, Walikota Airin Rachmi Diany sudah mengajukan kembali ke PUPR agar bisa dibangun tahun depan atau 2021. (adv)







