Jakarta, Harian Umum - Presiden Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Daeng Wahidin, menilai Said Iqbal gagal memimpin Partai Baruh dan harus diganti dengan Jumhur Hidayat.
"Saya melihat Said Iqbal gagal memimpin Partai Buruh. Jadi, sebaiknya pengurus partai itu mengganti dia dengan Jumhur Hidayat," kata Daeng melalui telepon, Jumat (11/8/2023).
Presiden PPMI yang juga presidium Aliansi Aksi Sejuta Buruh (AASB) itu menyebut, kegagalan Said itu tercermin dari sedikitnya massa Partai Buruh yang mengikuti Aksi 9 Agustus 2023 di Patung Kuda, Jakarta Pusat, yang diselenggarakan partai berwarna oranye itu, jika dibandingkan jumlah massa buruh yang mengikuti Aksi Akbar Buruh Ultra Damai yang diselenggarakan AASB pada Kamis (10/8/2023).
Seperti diketahui, dalam aksi itu Said menyebut jumlah massa yang mengikuti aksi itu sebanyak hampir 10.000 orang, sementara Daeng menyebut, jumlah massa buruh yang mengikuti Aksi Akbar Buruh Ultra Damai mencapai sekitar 150.000 orang.
"Itupun karena banyak massa buruh AASB yang tidak bisa mencapai lokasi aksi di Patung Kuda, karena dihadang polisi dan pintu-pintu masuk ke Jakarta diblokade polisi. Kalau semua massa buruh AASB tidak dihadang dan polisi tidak melakukan blokade, jumlahnya bisa mencapai 1 juta orang," kata dia.
Selain sedikitnya jumlah massa Aksi 9 Agustus yang diselenggarakan Partai Buruh, Daeng mengungkap kalau hampir semua massa Aksi 9 Agustus Partai Buruh juga mengikuti Aksi Akbar Buruh Ultra Damai.
"Jadi, sebenarnya Partai Buruh itu gak laku di kalangan buruh," tegas dia.
Daeng juga mengkritik perilaku Said yang dinilai tidak etis saat Aksi 9 Agustus diselenggarakan.
"Dia itu saat massa buruh peserta aksinya berdemonstrasi, panas-panasan, dia malah asyik makan-makan. Pakai divideokan lagi, dan videonya viral. Bagaimana bisa pimpinan seperti itu?" sindirnya
Ia pun menyarankan agar pengurus Partai Buruh mengganti Said Iqbal jika ingin partainya diminati kaum buruh dan menjadi besar.
"Ganti Said Iqbal dengan Jumhur," katanya.
Jumhur saat ini menjabat sebagai Ketum DPP KSPSI dan koordinator AASB.
Seperti diketahui, kehadiran Partai Buruh membuat kaum buruh yang sedang menolak keras UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, bahkan menuntut Presiden Jokowi agar mencabut UU itu, terbelah karena ada yang bergabung itu dan ada yang menolak.
Mereka yang menolak Partai Buruh bergabung dengan AASB, mereka berasal dari lebih 30 federasi dan konfederasi. Mereka menolak bergabung ke partai pimpinan Said Iqbal itu karena Partai Buruh mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024, sementara publik tahu bahwa Ganjar adalah penerus Jokowi, dan UU Cipta Kerja diterbitkan oleh pemerintahan Jokowi. (man)





