MESKI KESAN seorang ksatria, jujur, berani dan tegas serta tulus melekat pada pribadi Prabowo, akan tetapi kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan tetap diperlukan.
----------------------------
Oleh: Adian Radiatus
Aktivis Tionghoa Pemerhati Sosial Politik
Minggu lalu, di pekan terakhir Agustus 2025, serangkaian demo rakyat dengan tujuan sangat jelas, yakni terkait rasa keadilan, telah dinodai oleh anasir-anasir lawan politik yang diduga ingin menggulingkan pemerintahan yang sah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Konstelasi perebutan kekuasaan semestinya telah berakhir setelah pengumuman pemenang Pilpres 2024 oleh KPU pada Maret 2024 lalu, tetapi rupanya bara api berakhirnya kekuasaan di seputar mantan Presiden Jokowi belum padam, apalagi karena banyak kepentingan yang harus dijalankan, yang tentu saja belum tentu seirama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Maka, ketika kebijakan dan langkah-langkah penyelenggaraan negara oleh Presiden Prabowo semakin jelas arahnya, terkhusus membersihkan negara dari para pelaku korupsi yang sudah lama menyedot kekayaan dan keuangan negara, mereka tampaknya semakin goyah dan gejala berkolaborasi dengan para petualang politik semakin menunjukan wajah aslinya..
Puncaknya adalah upaya makar dengan memboncengi aksi demo mahasiswa di DPR dan Mako Brimob oleh rakyat yang berujung kegagalan, karena ternyata rakyat tidak lagi dapat dihasut, apalagi diperalat untuk tujuan jahat seperti yang mereka rencanakan.
Namun demikian, pasca kerusuhan dan dalam penanganan para korban, ada hal yang tentunya perlu diklarifikasi, seperti terkait perintah Presiden untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada anggota Polri yang menjadi korban saat mengamankan kejadian tersebut, karena tentunya ada kriteria yang lebih spesifik, sehingga kenaikan pangkat itu tidak dirasa kontra keadilan terhadap korban lainnya.
Presiden dipandang perlu menegaskan bahwa perintah tindakan tegas hanya ditujukan kepada pelaku yang nyata-nyata membuat onar, bukan peserta demo atas masalah yang dituntut, serta untuk pelaku yang sengaja merusak fasilitas umum dan pelaku penjarahan. Tindakan tegas juga harus dilakukan secara terukur dan profesional.
Saat ini rakyat sungguh-sungguh butuh suasana super kondusif untuk memacu pergerakan ekonomi ril yang menjadi andalan masyarakat menengah dan bawah, sehingga meskipun popularitas Presiden Prabowo meningkat seiring keberhasilan tim aparat negara mengatasi gelombang keributan dan kerusuhan di beberapa daerah, normalisasi segala aspek kehidupan menjadi skala proritas yang utama, termasuk pengendalian harga Sembako.
Selain para pejabat negara, terkhusus para menteri dan petinggi negara lainnya, maka presiden juga perlu juru bicara yang dapat menerjemahkan secara lebih spesifik maksud dan tujuan ucapan yang disampaikan Presiden di depan publik maupun media, bila dirasakan mengundang polemik di tengah friksi tajam di kalangan masyarakat. Dengan demikian, penjelasan yang lugas dan jelas akan memperkuat kepercayaan yang dari hari ke hari tampaknya terus bertumbuh seiring cara penanganan permasalahan dirasakan tepat dan bijak.
Karena meskipun kesan seorang ksatria, jujur, berani dan tegas serta tulus melekat pada pribadi Prabowo, tetapi kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan tetap diperlukan, di samping kecermatan atas urgensi suatu situasi untuk disampaikan kepada publik bila duduk persoalan belum cukup jernih untuk diungkapkan secara langsung...
Jakarta, 05 September 2025







