Jakarta, Harian Umum - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberi isyarat bahwa partai itu tidak mengusung Anies Baswedan di Pilkada Daerah Khusus Jakarta (DKJ) 2024.
Pasalnya, melalui juru bicara partainya, Muhammad Kholid, PKS justru berharap Anies mendukung kadernya yang akan dicalonkan pada kontestasi tersebut.
"Kami tetap berharap Pak Anies akan tetap dukung kader PKS sebagai Calon Gubernur DKJ, jika misalnya nanti yang jadi maju kader PKS, bukan Beliau," kata Kholid seperti dilansir kompas.com, Selasa (21/5/2024).
Kholid mengakui kalau pada Pilkada Jakarta kali ini PKS memprioritaskan kadernya untuk maju sebagai Cagub. Itu sebabnya PKS membuka komunikasi dengan partai lain untuk memenuhi ambang batas pencalonan gubernur 20 persen suara parlemen.
"Dalam rangka inilah, PKS terus membuka keran komunikasi dengan partai-partai lainnya, termasuk dengan PKB dan Nasdem, karena PKS harus berkoalisi untuk bisa memajukan calon," katanya.
Meski demikian Kholid juga mengakui kalau PKS tak menutup peluang menjadi partai pengusung Anies, karena hubungan PKS dan Anies baik dan harmonis, tidak ada hambatan dalam proses komunikasi.
"Jadi kami terbuka untuk Beliau jika ingin maju bersama PKS, yaa nanti kita lihat dinamikanya ke depan seperti apa," imbuh Kholid.
Seperti diketahui, simpul-simpul relawan Anies di Pilpres 2024 saat ini sedang kembali berjuang agar eks Capres di Pilpres 2024 ini dapat kembali maju di Pilkada Jakarta 2024 sebagai incumbent, karena sebelumnya Anies merupakan gubernur Jakarta periode 2017-2024. Anies menduduki jabatan itu setelah menang Pilkada Jakarta 2017, dan saat itu dia diusung PKS dan Gerindra, serta didukung PAN.
Para relawan itu berjuang, antara lain dengan mendatangi partai-partai yang menurut mereka dapat mengusung Anies. Dua partai yang telah didatangi adalah PDIP dan PKS.
Mereka juga akan mendatangi Nasdem dan PKB, dua partai yang pada Pilpres 2024 bersama PKS mengusung Anies.
Saat ini PKS tlsiketahui tengah menjaring nama-nama dari lingkungan kadernya untuk diusung sebagai Cagub di Pilkada Jakarta 2024.
Untuk ini, Kholid mengatakan, PKS akan meminta masukan dari berbagai pihak.
'PKS akan meminta masukan kepada para tokoh masyarakat, para ulama, tokoh politik, dan terus dengarkan suara dan aspirasi warga Jakarta, apa keinginan mereka terkait kepemimpinan Jakarta setelah tidak lagi menjadi Ibu Kota," tandasnya. (man)







