Jakarta, Harian Umum - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pimpinan Said Iqbal mengerahkan ratusan ribu buruh untuk melakukan aksi di berbagai daerah dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Rabu (1/5/2024).
Di Jakarta, aksi akan dilakukan di Istana Negara, kemudian ke Bundaran HI dan Stadion Madya Senayan untuk menghadiri May Day Fiesta.
Aksi ini digelar mulai pukul 09.30.
"Sebanyak 200.000 orang lebih akan mengikuti May Day di seluruh Indonesia, antara lain di Jakarta, Bandung, Serang, Surabaya, Semarang, Batam, Makassar, Banjarmasin, Ternate, Mimika, dan lain sebagainya," kata Presiden KSPSI Said Iqbal, Selasa (30/4/2024).
Dia menekankan, aksi akan menitikberatkan pada besaran upah yang diterima buruh, karena upah buruh tidak seimbang dengan kenaikan inflasi daerah dan pertumbuhan ekonomi.
Dia mencontohkan, kenaikan upah yang terjadi di Kabupaten Tangerang sebesar 1,64 persen, Kabupaten Bekasi 1,59 persen, dan Kabupaten Karawang 1,57 persen, sementara inflasi 2024 sebesar 2,8 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen.
"Kebijakan upah murah ini mengakibatkan upah riil dan daya beli buruh turun sebesar 30-40 persen. Dengan kata lain, dalam 5 tahun terakhir, upah riil buruh turun dan tidak ada kenaikan upah. Padahal pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen," katanya
Said mengakui, upah murah itu membuat masyarakat kelas menengah bawah tidak mengalami peningkatan daya beli, dan peningkatan pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati orang kaya. (man)




