Jakarta, Harian Umum - Direktur Gerakan Perubahan yang juga ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Muslim Arbi, meminta Presiden Prabowo mencopot Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Pasalnya, sebagai Menhut, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu justru tertangkap basah bermain domino dengan tersangka pembalakan liar bernama Azis Wellang.
Foto menggegerkan itu dirilis Tempo dan langsung viral. Dalam foto itu, Raja Juli yang berkemeja batik selain terlihat bermain domino dengan Azis, juga bermain domino bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding dan Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Persatuan Olahraga Domino Indonesia, Andi Rukman Nurdin Karumpa.
Mereka dikabarkan bermain domino pada 1 September 2025, sementara sebelumnya, pada November 2024, Direktorat Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan Azis Wellang sebagai tersangka pembalakan liar, akan tetapi penyidikan Kementerian Kehutanan dihentikan pada Februari 2025 setelah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan praperadilan Aziz.
"Foto itu menunjukkan kalau Raja Juli telah melakukan tindakan yang tidak etis dan merusak citra pemerintah. Presiden Prabowo harus mengevalusii menteri yang satu itu, juga Menteri Pelindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding. Jika perlu dicopot saja," kata Muslim melalui siaran tertulis, Minggu (7/9/2025).
Ia menilai, jika Prabowo tidak berani mencopot Raja Juli dan Karding, berarti Prabowo masih takut kepada mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi, karena siapapun tahu bahwa Raja Juli merupakan salah satu pendukung militan Jokowi.
“Kalau dia benar-benar ingin menjaga marwah pemerintahannya, mestinya Raja Juli segera diberhentikan," tegas Muslim.
Ia menilai, sejauh ini independensi Prabowo sebagai pemimpin negara masih jauh dari harapan. Publik, kata dia, tentu berharap presiden berani mengambil keputusan meski berisiko memicu ketegangan politik.
Sebab, kata dia, kasus Raja Juli ini juga menimbulkan dampak serius terhadap citra pemerintahan.
"Kehadiran pejabat negara dalam sebuah acara bersama tersangka pembalakan liar dipandang publik sebagai kompromi moral dan hukum. Kondisi itu dikhawatirkan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap janji pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Lebih jauh lagi, sikap diam dari Istana dianggap bisa menjadi preseden buruk, seakan-akan memberi sinyal bahwa pejabat publik bebas berhubungan dengan pihak bermasalah tanpa takut sanksi," imbuh Muslim.
Kasus Raja Juli Antoni dan Azis Wellang sejatinya bukan sekadar soal permainan domino. Ia berkembang menjadi simbol rapuhnya standar etika pejabat publik dan lemahnya sikap tegas pemerintah.
Ia berharap, Presiden dapat membuktikan bahwa dia tidak takut kepada Jokowi dan dapat independen dalam memimpin negara.
"Kita ingin melihat Prabowo sebagai singa yang mengaum, bukan kucing yang mengeong," tegas Muslim.
Klrifiikasi Raja Juli
Sementara itu, melalui akun Instagram pribadinya, @rajaantoni, Raja Juli menjelaskan bagaimana dia bisa bermain domino semeja dengan tersangka pembalakan liar Azis Wellang.
Ia menjelaskan, pada awal September 2025 ia janjian bertemu Abdul Kadir Karding di Posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS)
"Saya berdiskusi dengan Mas Menteri Karding berdua saja di ruang bagian belakang selama dua jam-an lebih. Tidak ada tema diskusi kami menyangkut kasus pembalakan liar sama sekali. Mendekati jam 24.00 saya pamit pulang kepada Beliau," kata Raja Juli seperti dikutip Minggu (7/9/2025).
Setelah pamit dari ruang belakang, Raja Juli melihat ada banyak sekali orang yang sedang berkumpul di ruang tamu. Dia mengaku melihat beberapa orang tersebut sedang bermain domino, kemudian dirinya dan Karding diajak main domino pula.
"Setelah dua kali putaran, saya pamit pulang kepada Mas Menteri Karding dan banyak orang yang ada di ruang tamu tersebut," kata Raja Juli lagi.
Sekjen PSI ini mengaku tidak mengenal kalau salah satu orang yang bermain domino bersamanya adalah Azis Wellang.
"Saya tidak kenal dengan dua pemain lainnya. Tidak ada juga pembicaraan soal kasus apapun pada saat itu," kata dia.
Raja mwngaku baru tahu kalau salah satu orang yang bermain domino bersamanya adalah Azis Wellang, dari pemberitaan.
"Setelah berita ini beredar, saya baru tahu bahwa salah seorang yang ikut main tersebut adalah Azis Wellang yang diberit
akan sebagai pembalak liar," katanya. (rhm)







