Jakarta, Harian Umum - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kevin Wu, mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta menggratiskan biaya transportasi umum untuk pekerja-pekerja di semua tempat ibadah.
"Kami mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta menggratiskan transportasi umum untuk orang-orang yang bekerja di semua tempat ibadah di seantero Jakarta," katanya melalui siaran tertulis, Rabu (23/4/2025).
Ia beralasan, mulai April 2025 ini berbagai moda transportasi umum digratiskan untuk 15 golongan, mulai dari penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), marbot masjid, hingga juru pemantau jentik (jumantik) yang ditetapkan bisa menggunakan transportasi umum secara gratis.
Kevin menilai pekerja-pekerja di tempat ibadah lainnya seperti gereja, vihara, dan pura juga harus dicakup oleh kebijakan tersebut.
"Ada baiknya kebijakan untuk menggratiskan transportasi umum kepada beberapa golongan ini diperluas, sehingga mencakup semua kalangan agama, mulai dari Islam, Buddha, Katolik, Kristen, dan Hindu," sambungnya.
Kevin menjelaskan, petugas-petugas di semua tempat ibadah memiliki tugas yang sama, yaitu melayani umat. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta sebisa mungkin membantunya dalam melaksanakan tugas itu. Salah satunya adalah dengan mempermudah mobilitasnya dengan menggratiskan transportasi umum.
"Semua orang ini bekerja untuk melayani umatnya di mana pun mereka berada. Pemprov DKI Jakarta seharusnya dapat membantunya, yaitu dalam hal mobilitasnya. Dengan digratiskannya transportasi umum bagi semua petugas di berbagai tempat ibadah, harapannya dapat membantu para petugas itu berpindah tempat, sehingga mereka bisa menjangkau lebih banyak lagi umatnya yang membutuhkan pelayanan," paparnya.
Kevin juga menilai ini penting untuk menjadikan Jakarta kota yang inklusif dan dibangun untuk mengayomi semua kalangan, termasuk umat beragama dengan kepercayaannya masing-masing.
"Kami berharap Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan ini karena berkaitan dengan kepentingan semua kalangan. Apabila dilaksanakan, maka Jakarta bisa menjadi tempat yang inklusif, ramah, dan toleran kepada semua umat beragama," tandasnya. (rhm)





