Jakarta, Harian Umum- Faizah, istri tukang gigi yang tewas akibat ditembak seorang pria bernama Idris di Dusun Pakes Arungan Timur, Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, pada Rabu (21/11/2018) sekitar pukul 13.30 WIB, membantah keterangan polisi bahwa suaminya ditembak akibat dukung mendukung calon presiden (Capres).
"Bukan, karena pelaku menghina ulama," katanya kepada TVOne, Selasa (27/11.2018).
Perempuan berhijab ini meyakini hal itu karena kata dia, suaminya selalu menceritakan persoalan dirinya dengan pelaku.
"Suami saya marah dan tidak senang karena pelaku menghina ulama," katanya seraya menyebut nama ulama yang dimaksud.
Ketika ditanya apakah dia tahu bahwa ulama tersebut mendukung Capres tertentu? Faizah menjawab bahwa setahunya ulama itu tidak mendukung Capres yang mana pun.
"Saya ingin polisi serius menangani kasus ini, dan pelaku dapat dihukum mati karena suami saya adalah tulang punggung keluarga," tegas perempuan 26 tahun itu.
Sebelumnya media-media mengabarkan bahwa seorang tukang gigi bernama Subaidi (30), warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Madura, pada Rabu (21/11/2018) siang tewas ditembak temannya sendiri karena status di Facebook yang bahas soal Pilpres 2019.
Sang teman, Idris (30), menembaknya dengan pistol rakitan. Warga Desa Tamberu Barat, Sampang, itu diketahui merupakan aktivis LSM yang juga mengaku sebagai wartawan.
Seperti dilansir Kompas.com berdasarkan keterangan polisi, kasus ini bermula ketika guru korban mengunggah foto dengan memegang senjata tajam di laman Facebooknya, dengan disertai status yang menantang pendukung salah satu Capres. Unggahan ini kemudian direspon akun Facebook atas nama Idris Afandi Afandi yang diduga milik pelaku, dengan komentar bernada siap menghadapi tantangan itu.
Tak berselang lama, rekan korban mendatangi rumah pelaku untuk mengonfirmasi komentar tersebut. Pelaku membenarkan akun tersebut miliknya, namun bukan dirinya yang menulis komentar.
"Pelaku mengaku ponselnya telah dijual dan tidak mengetahui siapa yang menulis komentar tersebut," jelas Juru Bicara Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi, Sabtu (24/11/2018).
Beberapa hari setelah itu, korban yang juga diketahui merupakan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Tamberu Timur, mengunggah video yang menuding kalau pelaku ketakutan saat didatangi rekannya, hingga terkencing-kencing. Dalam video itu, korban juga memberi keterangan akan membunuh pelaku jika bertemu.
Kemudian, pertemuan korban dan pelaku benar-benar terjadi pada Rabu (21/11/2018) di Dusun Pakes Arungan Timur, Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, sekitar pukul 13.30 WIB.
Menurut Tribun Jatim, korban dan pelaku sempat adu mulut sebelum akhirnya korban ditembak dari jarak dekat. Peluru panas yang muntah dari pistol rakitan pelaku menghantam dada kiri korban dan tembus ke pinggang kanan. Korban mengerang kesakitan sambil memegangi dada kirinya yang bersibah darah, sementara pelaku yang datang ke lokasi bersama temannya, kabur dengan sepeda motor yang mereka kendarai.
Kerasnya suara tembakan membuat warga berdatangan ke TKP, dan menemukan korban masih mengerang kesakitan sambil memegangi dada kirinya. Warga langsung melarikan korban ke RSUD Slamet Martodirjo, Pamekasan, namun karena lukanya yang parah, korban dirujuk ke RSUD dr Soetomo.
Korban sempat menjalani operasi, namun pada Kamis (22/11/2018) pukul 04:55 WIB menghembuskan napas.
Pelaku ditangkap
Tak lama setelah korban ditemukan, warga melaporkan kasus ini ke Polsek Sokobanah, dan polisi angsung bergerak. Mereka mendatangi TKP dan meminta keterangan dari korban, sebelum yang bersangkutan menghembuskan napas.
Idris ditangkap Kamis (22/11/2018) sekitar pukul 17.30 WIB oleh aparat Polres Sampang saat sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang, Sampang. Ia ditangkap tanpa perlawanan.
Dari dirinya disita barang bukti berupa laras senjata api rakitan jenis pen gun yang digunakan untuk menembak korban. Pistol rakitan itu diakui pelaku didapat dari temannya yang bernisial S. (rhm)







