Jakarta, Harian Umum - Pemprov DKI Jakarta akan memeriksa kembali seluruh dokumen milik pengelola Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).
Langkah ini dilakukan menyusul ambruknya selasar pasar bursa Indonesia itu, Senin (15/1/2018), dan mencederai sedikitnya 73 orang.
"Kita juga akan melakukan audit atas gedung ini untuk memastikan semua ketentuan ditaati," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau gedung itu untuk melihat situasi pasca ambruknya selasar.
Ia menegaskan, audit akan dilakukan setelah puing-puing selsar yang ambruk telah dibersihkan. Audit ini akan melibatkan tim Laboratorium Forensik Mabes Polri.
Mantan Mendikbud itu menjelaskan, pemeriksaan dan audit dilakukan karena sebagai kepala daerah, ia harus memastikan bahwa seluruh kegiatan di BEI berlangsung dengan baik dan tidak terganggu.
Ia bahkan meminta kepada semua pihak untuk tenang dalam menyikapi insiden .
"Pasar tutup, (indeks harga saham gabungan/IHSG) justru naik 12 poin. Artinya, kejadian ini tidak berpengaruh terhadap kegiatan pasar," katanya.
Seperti diketahui, selasar di Tower II BEI ambruk sekitar pukul 12:10 WIB, membuat semua orang yang berada di situ jatuh dan terluka.
Dari laporan relawan PB-DKI/PMJ/DAMKAR diketahui kalau ada 77 orang yang terluka yang saat ini dirawat di empat rumah sakit.
Ambruknya selasar itu juga membuat tiga ruang kantor rusak, yakni ruang pers, ruang perdagangan dan kator KCP BCA. (rhm)







