Jakarta, Harian Umum - Presiden Prabowo Subianto dikritik netizen karena mengangkat orang asing untuk memimpin PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), BUMN baru yang didirikan untuk menjadi satu-satunya perusahaan plat merah yang mengekspor komoditas strategis Indonesia.
Orang asing yang ditunjuk memimpin DSI adalah Luke Thomas Mahony, warga negara (WN) Australia yang sejak September 2025 menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia, dan pernah bekerja sebagai Chief Strategy dan Technical Officer di PT Vale Indonesia Tbk, perusahaan tambang dan pengolahan nikel.
Kepastian pengangkatan Luke disampaikan CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani.
“Untuk saat ini itu ada Luke Thomas," katanya saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Rosan mengakui, susunan lengkap manajemen DSI belum diumumkan karena Danantara masih dalam tahap penguatan tim. Danantara juga tengah menggelar pertemuan dengan sejumlah asosiasi industri untuk menyerap masukan.
Asosiasi yang akan diajak berdiskusi mengenai badan ekspor ini adalah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), hingga Asosiasi Kelapa Sawit.
“Nanti, kan, kita ini dulu, tadi meeting, nanti kita dengar masukan dari semua asosiasi sore, dari Kadin, Apindo, APBI Asosiasi Sawit, Batu Bara, semua,” katanya.
Menurut Rosan, pengenalan resmi jajaran lengkap DSI akan dilakukan setelah proses finalisasi struktur organisasi rampung. Dia memastikan publik nantinya dapat melihat rekam jejak dan kemampuan masing-masing anggota tim.
Netizen mengkritik karena menilai, pengangkatan Luke mengesankan seolah tak ada anak negeri yang pantas atau layak untuk menduduki jabatan itu.
Di antara mereka bahkan menyindir Prabowo yang pernah dengan berapi-api menuding orang-orang yang mengeritik pemerintahannya sebagai antek asing, karena dengan mengangkat Luke, netizen me ganggap Prabowo lah sebenarnya antek asing.
Berikut kritik pedas netizen dikutip dari platform media sosial X, Jumat (22/5/2026).
"Mungkin dari 288,3 juta penduduk Indonesia, tdk ada yg lebih baik dari dia," kata pemilik akun @arif_gemuri
"Udah kehabisan insinyur Indonesia. Mkanya impor, padahal lulusan universitas terkemuka Indonesia dan pintar buayaaak bgt, tapi syg demi gengsi gengsi an sok ikut kebarat Baratan," semprot @nizaradipati.
"DSI didirikan buat kuasai ekspor komoditas strategis nasional, tapi ngasih kursi Dirut ke orang asing wkk," sindir @opposite_lolo
"Antek asing dan tidak cinta produk-produk orang kampung dewek," ejek @s_mulyatie
"Antek antek asiiing," tuding @BpkMamanRacing
"Wowo: Menempatkan Antek-antek Aseng ini sebagai pimpinan, tujuannya adalah untuk meyakinkan para Antek-antek Aseng yang ragu dengan kredibilitas orang lokal,' kata @miftakussurur99
"Kenapa mesti orang luar...??? Kenapa mesti bentuk badan baru lagi....negara sedang tidak baik2 saja tapi uang di hambur2kan....kalau di protes marah bilangnya antek asing...," sindir @elanghitamliar.
"Selaku bagian dr antek asing tentu sy setuju saja ye kan 😄," kata @LimGoan50447.
'Padahal ada tuh orang yg klo pidato sok paling nasionalis. Anti asing," sindir @si_kinos.
"Asing tidak akan menjajah indonesia.. Karna tanpa dijajahpun indonesia sudah dikasih ke asing ma prabowo 😂😂," kata @Panurotto.
'Akhirnya antek asing bneran memperkerjkn org asing di bawah pemerintahan nya," semprot @DenasIdn1.
"Kayak kurang orang pinter aj di Ri. Wowo kl omon2 serasa ngadepin kaca...antek2 asing wo?!!," sindir @wahyu_djanti88.
"Siapa yang suka teriak antek2 asing?
Kekayaan kita di rampas asing? Kita dijajah asing? Matamuuuu," damprat @herman1702
"Wahai Antek Antek Asing !!!' seru @DavidWijaya82.
(man)







