Jakarta, Harian Umum - Pasca mengganti lima menteri pada Senin (8/9/2025), Presiden Prabowo Subianto meminta para menterinya mempercepat semua program pemerintah.
Hal itu diungkap Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9/2025), setelah mengikuti rapat terbatas (Ratas) dengan Presiden.
“Arahan Beliau, semua program harus dipercepat pelaksanaannya, tidak boleh ada hambatan dengan alasan kertas. Artinya, alasan itu aturanlah, apa gitu ya,” kata Zulhas kepada media seperti dikutip dari kompas.com.
Ketum PAN ini menambahkan, Presiden tidak ingin ada program yang berjalan lambat dengan alasan birokrasi yang berbelit.
Terkait masalah pangan yang menjadi domainnya, Zulhas mengatakan, ia akan fokus pada dua agenda besar, yakni optimalisasi lahan pertanian yang sudah berproduksi, dan pembangunan lahan baru untuk sawah. Pembangunan lahan ini termasuk di wilayah Wanam Papua, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan wilayah lainnya.
“Khusus Wanam, jalan, pelabuhan yang dibangun sudah hampir jadi, tapi kita akan segera menyelesaikan soal tata ruangnya. Kan itu ada kawasan, sudah di Timdu (tim terpadu), sudah ada tata ruang untuk segera kita akan selesaikan percepatan perubahan fungsinya,” jelasnya.
Zulhas juga mengatakan, selain pada karbohidrat, pemerintah juga memberi perhatian pada ketersediaan protein bagi masyarakat. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membangun 20.000 hektar tambak dalam tahun ini.
“Itu juga diminta untuk dipercepat tahun ini dan tahun depan harus bisa diselesaikan 20.000 dulu dari target 70.000 hektar,” jelasnya.
Selain pangan, Zulhas juga mengungkap bahwa arahan Presiden yang lain adalah percepatan juga akan dilakukan oada Program Koperasi Desa Merah Putih, dan Program Kampung Nelayan atau Desa Nelayan yang tahun ini ditargetkan mencapai 100 desa.
Selain Zulhas, menteri yang dipanggil Presiden untuk mengikuti Ratas di antaranya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (man)




