Jakarta, Harian Umum - Kurs rupiah makin terpuruk terhadap dolar AS, dan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026) pagi, rupiah sudah tembus ke atas Rp17.700/dolar AS
Menurut Investing, rupiah dibuka dengan diperdagangkan pada posisi Rp17.640/dolar AS, menguat tipis dari posisi pada penutupan perdagangan Senin yang berada di 17.668/dolar AS.
Rupiah kemudian bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah dengan rentang antara Rp17.628 - 17.729/dolar AS.
Pada pukul 10:59 WIB terpantau berada di Rp17.728,3/dolar AS karena terkoreksi tajam 1224, poin atau 0,70%.
Dikutip dari kompas.com, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan, depresiasi rupiah yang terjadi saat ini menjadi salah satu sinyal meningkatnya persepsi risiko investor terhadap aset-aset Indonesia.
Menurutnya, pelemahan mata uang Garuda tersebut turut memberikan tekanan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada dalam tren volatil.
"Melemahnya rupiah ini menyebabkan terjadinya spekulasi kuat di pasar bahwa BI berpeluang besar menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 5 persen dalam RDG BI yang dijadwalkan berlangsung pada 19-20 Mei 2026,” jelasnya.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya tekanan global.
Nafan mencatat apabila kenaikan suku bunga direspons positif pasar, maka strategi ini berpotensi menahan kejatuhan IHSG lebih dalam.
“Hal ini dilakukan demi mengintervensi pelemahan Rupiah, dan bila direspons positif bisa menahan kejatuhan indeks lebih dalam,” beber dia. (rhm)







