Teheran, Harian Umum - Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menilai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menerapkan strategi yang salah terhadap negaranya.
Dan Qalibaf mengingatkan Trump bahwa strategi yang salah itu akan menciptakan rawa tak berujung yang akan menjebak Washington selama bertahun-tahun.
Peringatan Qalibaf itu disampaikan melalui akun X-nya pada Kamis (11/6/2026) waktu setempat.
Pernyataan Qalibaf diawali dengan kalimat "Strategi yang salah dan keputusan impulsif akan memperburuk keadaan".
"Keputusan-keputusan itu dapat "meledakkan infrastruktur dan pasar energi", menciptakan "rawa tak berujung yang akan menjebak Anda selama bertahun-tahun"," imbuh Qalibaf dikutip dari Fars, Jumat (12/6/2026).
Seperti diketahui, Trump berkali-kali mengancam Iran alih-alih bernegosiasi secara win win solution, karena sejak perundingan yang gagal pada 11-12 April 2026, Trump tetap kukuh ingin melucuti program nuklir Iran dan tak mau bernegosiasi tentang ini. Ia juga menuntut agar Iran menyerahkan uranium yang telah diperkaya, menghancurkan semua fasilitas nuklirnya, serta tak mau mencabut blokade atas perairan Iran dan tak mau aset Iran senilai $24 miliar yang dibekukan, dicairkan sebelum kesepakatan damai ditandatangani.
Iran menolak semua tuntutan itu, terutama soal penyerahan uranium yang telah diperkaya dan keharusan menghancurkan fasilitas nuklrnya, karena Program.Nuklir untuk tujuan damai seperti untuk kesehatan dan pembangkit listrik, bukan untuk pembuatan senjata nuklir sebagaimana tuduhan Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu.
Terakhir pada Rabu (10/6/2026), Trump mengancam akan menyerang Iran dengan lebih keras setelah serangan bertubi-tubi ke wilayah di selatan Iran, termasuk ke kota pelabuhan Bandar Abbasz dan merudal menara di Pulau Sirik.
Selain itu, Trump juga mengancam akan merebut Pulau Kharg, pulau utama pengolahan minyak Iran.
Pusat Komando AS bahkan pada Kamis (11/6/2026) mengumumkan bahwa pihaknya telah melakukan serangan udara "terhadap beberapa target di Iran", dan serangan itu dibalas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dengan menyerang pangkalan udara AS, khususnya yang di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Terakhir, Iran menutup total Selat Hormuz untuk semua kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, sehingga harga minyak dunia kembali meroket, karena sebagaimana data Refinitiv, pada Kamis pukul 09.35 WIB, harga minyak Brent berada di US$94,68 per barel, naik 1,7% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$93,10 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,01% ke US$91,84 per barel dari posisi US$90,03 per barel sehari sebelumnya.
"Anda akan melihat Iran yang berbeda," Qalibaf kembali mengingatkan Trump. (man)







